Tautan-tautan Akses

AS

15 Tahun Pasca Serangan 11 September, Warga New York Hadapi Realitas yang Berubah


Menara World Trade Center di Manhattan, New York, 26 Agustus 2016 (REUTERS/Brendan McDermid).

Menara World Trade Center di Manhattan, New York, 26 Agustus 2016 (REUTERS/Brendan McDermid).

Gedung World Trade Center yang baru terlihat menjulang di lokasi di mana menara kembar pernah berdiri. Meski pemulihan telah terjadi, baik warga setempat maupun turis sepakat: kota itu dan dunia telah berubah.

Dalam kurun 15 tahun sejak serangan teroris 11 September, warga New York telah menyaksikan kebangkitan kawasan Lower Manhattan. Namun, konsep pembangunan kembali tersebut akan terus berlanjut jauh setelah proses konstruksi selesai. Para pengunjung dan warga kota itu merasa aman dewasa ini, namun bagi kebanyakan di antara mereka, pandangan mengenai kehidupan sehari-hari telah berubah selamanya.

Gedung World Trade Center yang baru terlihat menjulang di lokasi di mana menara kembar pernah berdiri. Gedung itu lebih tinggi dari yang sebelumnya dan menjadi simbol ketangguhan dan kekuatan kota itu. Meski pemulihan telah terjadi, baik warga setempat maupun turis sepakat: kota itu dan dunia telah berubah.

"Saya kira dunia secara keseluruhan tidak lebih aman dibanding masa lalu, saya kira justru lebih buruk," kata Chrester Johanssom, pengunjung dari Swedia.

"Ke mana pun saya pergi (di Amerika) saya merasa aman, namun, sayangnya, ini tidak bisa dirasakan di mana pun Anda berada," kata Narayan Ramakrishnan, pengunjung dari Australia.

Di Museum Tragedi 11 September, para pengunjung mengekplorasi pengaruh global serangan tahun 2001 itu sementara mengenang kembali peristiwa menyedihkan itu dan proses pemulihan kota tersebut.

Direktur museum tersebut, Alice Greenwald, mengatakan, pada peringatan tahun ini, kemajuan di kawasan tragedi yang kini dikenal sebagai Ground Zero itu tampak nyata.

"Menara-menara baru yang mengagumkan kini berdiri. Menara ketiga menjulang, ada pusat transportasi baru dan ada museum yang mencengangkan di tengah-tengahnya. Jadi, sekarang, ini merupakan tempat untuk mengenang masa lalu dan pusat kehidupan," jelas Alice Greenwald.

Namun, meski menara terakhir telah selesai didirikan, pembangunan akan terus berlanjut.

Bagi mereka yang berada di New York saat tragedi 11 September 2001 berlangsung, kenangan kelam mereka tak juga pupus.

"Orang-orang yang bekerja di kawasan Lower Manhattan datang ke sekolah saya untuk menjemput anak-anak mereka. Tubuh mereka dibalut banyak perban," jelas Flora Mazzariello, seorang pensiunan guru.

"Saya ingat bau menyengat sewaktu naik kereta bawah tanah beberapa hari setelah tragedi itu namun tidak tahu bau apa itu. Saat itu ada toko-toko yang tutup karena makanan yang mereka jual sudah membusuk. Saya juga bertanya-tanya jangan-jangan bau yang tercium berasal dari mayat-mayat yang membusuk," kata Anthony Dixon, mantan warga New York.

Tidak jauh dari gedung World Trade Center kini ada taman yang terawat apik di lokasi bekas penjara. Warga New York, Betsy Randolp, menganggap itu sebagai sebuah metafora.

"Saya dikelilingi oleh keindahan dan kesuburan alam. Namun di balik semua itu ada sejarah masa lalu, dan kita telah melaluinya. Kita bisa bandingkan itu dengan tragedi 11 September dan keadaan pasca 11 September. Kita telah melaluinya." kata Betsy Randolp.

Meski ada keprihatinan, banyak warga New York yang melewati masa kelam kota itu sepakat mengenai satu hal: tidak ada tempat selain New York di mana mereka ingin tinggal. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG