Tautan-tautan Akses

Liku-liku Pemilihan Presiden di Amerika

  • Michael Bowman

Hillary Clinton dan Donald Trump saling sindir dalam kampanye mereka (foto: dok).

Hillary Clinton dan Donald Trump saling sindir dalam kampanye mereka (foto: dok).

Meskipun rakyat Amerika sedang berlibur memperingati Hari Pahlawan (Memorial Day) pada akhir minggu hingga Senin (30/5), banyak perhatian terpusat pada kampanye pemilihan presiden.

Hampir setiap hari terjadi hal-hal yang tak terduga menjelang akhir masa kampanye pendahuluan yang luar biasa ramai.

Dalam bulan Januari, Donald Trump adalah salah satu dari selusin lebih kandidat presiden dari Partai Republik, sementara Hillary Clinton sebagai kandidat terdepan dengan hanya dua pesaingnya di kubu Demokrat.

Pekan lalu, Donald Trump secara resmi memperoleh cukup suara untuk menjadi calon unggulan dari Partai Republik.

"Kami sudah memenangkan nominasi dengan jumlah suara besar. Suatu hal yang sulit dipercaya,” ujar Trump.

Sementara Clinton masih harus berkampanye keras supaya jangan kalah dari para pesaingnya.

"Thank you San Francisco!," kata Clinton.

Lebih parah lagi, laporan inspektur jenderal pekan lalu menyatakan, penggunaan email pribadi ketika ia masih menjadi Menteri Luar Negeri melanggar kebijakan negara, sehingga memaksa Clinton membela diri.

“Penggunaan email pribadi dilakukan oleh Menlu lainnya. Dan peraturannya tidak jelas, sampai setelah saya tidak lagi menjadi Menlu. Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, jika seandainya saya bisa melakukannya lagi, saya akan melakukannya dengan benar," tegas Clinton.

"Saya menyaksikan Hillary Clinton, seperti yang saya katakan ‘Crooked Hillary' atau “Hillary Penipu”, kata Trump menjuluki Hillary. “Dia berbohong, Ini menyedihkan ... Hillary adalah bencana. Dia tidak bisa menilai sesuatu dengan baik."

Sementara itu, Trump mula-mula sepakat tapi kemudian menolak perdebatan dengan Bernie Sanders, pesaing Clinton.

“Apa yang saya harap akan terjadi adalah, saya sebagai calon dari Demokrat akan berhadapan dengan Trump untuk menjadi Presiden Amerika. Kalau itu terjadi, saya akan benar-benar mengalahkannya,“ ujar Sanders.

Mengalahkan Trump adalah salah satu harapan Sanders dan Clinton. Tapi karena Clinton dan Sanders masih bertarung satu sama lain, Partai Demokrat tidak bersatu mendukung salah satunya. Sementara itu, menurut jajak pendapat Trump sama kuat atau sedikit di atas Clinton.

Pemilihan tahap pendahuluan berakhir Selasa depan, ketika California, negara bagian terbesar Amerika, dan beberapa lainnya memberikan suara mereka. [ps/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG