Tautan-tautan Akses

Liga Arab Desak Pemberontak Houthi Bebaskan Tokoh Politik Yaman

  • Heather Murdock

Pemberontak Syiah Houthi melakukan patroli di Sanaa, Yaman yang kini dikuasai sepenuhnya oleh mereka.

Pemberontak Syiah Houthi melakukan patroli di Sanaa, Yaman yang kini dikuasai sepenuhnya oleh mereka.

Liga Arab hari Rabu (18/2) mendesakkan solusi damai atas krisis yang memburuk di Yaman, dengan menyerukan kepada pemberontak Houthi untuk membebaskan para tokoh politik dan mengembalikan senjata api yang direbut dari pasukan keamanan Yaman.

Menteri Penerangan Yaman yang mengundurkan diri Nadia Sakkaf pekan ini memasang pesan di Twitter, menyerukan kepada para pemberontak Houthi untuk membiarkan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang sudah mengundurkan diri untuk keluar dari negara itu, guna mendapatkan layanan perawatan medis darurat.

Di akun Twitternya, Nadia Sakkaf bertanya kepada para pendukungnya: “Apakah sudah tidak ada lagi martabat di Yaman?”.

Presiden Hadi mengundurkan diri bulan lalu setelah salah satu dari beberapa perjanjian perbagian kekuasaan antara pemerintah dan Houthi gagal dipenuhi.

Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi hingga kini masih ditahan oleh pemberontak Houthi di Sana'a (foto: dok).

Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi hingga kini masih ditahan oleh pemberontak Houthi di Sana'a (foto: dok).

Liga Arab hari Rabu (18/2) mengulangi desakan bagi pembebasan Hadi dari tahanan rumah dan dikembalikannya senjata-senjata yang direbut dari pasukan keamanan.

Duta Besar Uni Emirat Arab Untuk Liga Arab – Mohammed bin Nakhira al-Zahari mengatakan pemberontak Houthi harus melepaskan wilayah yang saat ini mereka kuasai.

Kelompok pemberontak Syiah – Houthi – menguasai ibukota Sana'a dan beberapa daerah di bagian utara Yaman pada bulan September lalu, dan mereka kini terus merebut wilayah-wilayah di bagian timur dan selatan pula.

Tuntutan Liga Arab itu melanjutkan desakan PBB hari Senin (16/2). Duta Besar Inggris Untuk PBB Mark Lyall Grant mengatakan, “Hari ini kita menegaskan bahwa siapa yang menggunakan kekerasan dan intimidasi guna mendiktekan masa depan Yaman berarti menganggu keamanan seluruh warga Yaman, dan mengikis kemajuan politik yang telah dicapai sejak tahun 2011. Kelompok Houthi harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka dan berhenti menggunakan kekerasan dan pemaksaan sebagai alat politik.”

Liga Arab juga menyerukan kepada kelompok itu untuk mengembalikan daerah-daerah yang kini mereka kuasai.

Setelah melakukan perlawanan terhadap pemerintah selama lebih dari sepuluh tahun, beberapa analis mengatakan kelompok Houthi tampaknya tidak akan mendengarkan seruan ini. Tetapi para analis menambahkan kelompok Houthi tidak bisa memerintah Yaman sendirian karena negara itu sudah sangat terpecah.

Hala Shiha – Ketua Urusan Arab di suratkabar Mesir “el-Nahar” mengatakan, Liga Arab sedang mengupayakan solusi politik di Yaman dan cukup memiliki pengaruh di kawasan itu untuk melakukan perubahan, tetapi para pemimpin Arab tidak mengajukan rencana spesifik, dan alih-alih menjanjikan “untuk tidak mendikte resolusi”.

Pekan lalu pemerintah Mesir mengumumkan latihan militer bersama dengan Arab Saudi. Kerajaan itu melihat kelompok pemberontak Houthi di Yaman sebagai ancaman di bagian selatan perbatasannya dan sekaligus ancaman terhadap pengaruh Arab Saudi di kawasan, terutama karena hubungan kelompok itu dengan Iran.

XS
SM
MD
LG