Tautan-tautan Akses

Liberia Galakkan Kampanye Vaksinasi Campak dan Polio

  • Lisa Schlein

Petugas Liberia tengah mengangkat bantuan medis dari UNICEF untuk keperluan Doctors Without Borders dalam misi bantuan darurat medis di negara itu (Foto: dok).

Petugas Liberia tengah mengangkat bantuan medis dari UNICEF untuk keperluan Doctors Without Borders dalam misi bantuan darurat medis di negara itu (Foto: dok).

Juru bicara UNICEF Christof Boulierac mengatakan para pekerja bantuan sedang mengambil langkah-langkah supaya orang tua tidak perlu khawatir membawa anak mereka untuk divaksinasi.

Kementerian Kesehatan Liberia – didukung oleh Pusat Pengendalian Penyakit Amerika CDC, Badan Anak-Anak PBB UNICEF dan Badan Kesehatan Sedunia WHO – telah memulai kampanye sepekan penuh untuk melakukan vaksinasi campak dan polio pada ratusan ribu anak di Liberia. Imunisasi massal ini sedianya dijadwalkan tahun lalu tetapi ditangguhkan karena adanya wabah Ebola.

Kampanye vaksinasi polio akan dilakukan pada lebih dari 683 ribu anak, sementara vaksinasi campak dilakukan pada lebih dari 603 ribu anak. Anak-anak itu juga akan menerima obat cacing.

Vaksinasi anak-anak terhadap penyakit-penyakit pembunuh itu ditangguhkan ketika merebaknya wabah Ebola, sehingga membuat ratusan ribu anak beresiko terkena penyakit.

Pakar Ebola di WHO – Margaret Harris mengatakan vaksinasi rutin seharusnya dilanjutkan pada masa itu. Tetapi tambahnya vaksinasi-vaksinasi itu ditangguhkan di Liberia dan di dua negara yang paling parah dilanda Ebola – Guinea dan Sierra Leone – karena kewalahan dengan banyaknya pasien Ebola.

Lagi pula – ujar Harris – orang tua tidak mau membawa anak-anak mereka ke klinik-klinik kesehatan yang juga mengurus wabah Ebola karena khawatir anak-anak mereka akan tertular.

“Kami tahu bahwa kini ada sejumlah besar anak yang tidak divaksinasi selama lebih dari satu tahun, dan sampai belum lama ini saja, ada keprihatinan melakukan vaksinasi massal karena adanya larangan orang-orang berkumpul dalam jumlah besar. Tetapi satu bulan lalu WHO mengkaji hal ini dan menetapkan pedoman tentang bagaimana melakukan kampanye vaksinasi massal yang aman di tempat-tempat dimana terjadi penularan Ebola atau dimana ada keprihatinan tentang resiko penularan Ebola," jelas Margaret Harris.

Campak dan polio adalah penyakit-penyakit yang sangat menular. Namun keduanya mudah dicegah karena vaksin-vaksinnya efektif dan murah. Juru bicara UNICEF Christof Boulierac mengatakan para pekerja bantuan sedang mengambil langkah-langkah supaya orang tua tidak perlu khawatir membawa anak mereka untuk divaksinasi.

“Mobilisasi sosial besar-besaran sedang dilakukan untuk meyakinkan penduduk/ perlunya melakukan vaksinasi pada anak-anak mereka dalam keadaan sulit ini dan menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengurangi resiko infeksi penyakit apapun apapun,” kata Christof Boulierac.

Liberia dinyatakan bebas Ebola pada tanggal 9 Mei. Tetapi penularan virus mematikan itu masih terus berlanjut di Sierra Leone dan Guinea. Oleh karena itu Harris mengatakan kepada VOA, kewaspadaan sangat tinggi harus tetap dijaga di kedua negara itu.

Harris mengatakan WHO tidak akan mengurangi jumlah stafnya yang sekarang ada di Liberia untuk memastikan supaya kewaspadaan terhadap wabah Ebola ini terus dipertahankan.

XS
SM
MD
LG