Tautan-tautan Akses

Lewat Kampanye Menggugah Emosi, Lebih Banyak Anak dan Ibu Cuci Tangan


Agar anak-anak dan ibu mau mencuci tangan, coba sentuh hati mereka.

Inilah pelajaran dari sebuah penemuan baru yang fokus pada daya tarik emosional daripada fakta-fakta yang ada untuk mengajak orang mencuci tangan, salah satu cara terbaik dan paling jarang digunakan untuk menghindari penyakit.

Penyakit diare dan pernapasan adalah dua penyebab utama kematian anak di dunia. Penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum makan dan setelah mengunakan kamar mandi bisa mengurangi tingkat penyakit tersebut sampai sepertiga.

Semua orang mengatakan hal ini, tapi tidak ada satupun yang melakukan

Tapi tingkat mencuci tangan rendah di seluruh dunia, walaupun telah dilakukan kampanye edukasi publik selama bertahun-tahun.

Di awal penelitian ini, yang diterbitkan di jurnal The Lancet Global Health, penduduk desa di Andhra Pradesh, India, mencuci tangan kurang dari tiga persen.

“Kalau Anda bertanya pada orang-orang, apakah mereka harus mencuci tangan dengan sabun? Hampir semua orang bilang, tentu saja,” kata kepala pusat kebersihan Val Curtis di London School of Hygiene and Tropical Medicine. “Masalahnya, semua orang mengatakan hal tersebut, tapi jarang sekali ada yang melakukannya.”

Periklanan yang menggugah emosi

Alih-alih memberitahu orang-orang bahwa mencuci tangan baik untuk mereka, Curtis dan rekannya menggunakan satu sara dan dunia periklanan.

“Tidak ada orang yang menjual minuman bersoda dengan dasar fakta bahwa minuman tersebut mengandung gizi baik,” ujarnya. “Mereka semua terjual karena keuntungan emosional.”

Jadi mereka memaparkan peraturan dasar untuk pesan yang akan mereka sampaikan: “Tidak ada diare, tidak ada kematian dan tidak ada dokter," dan mengembangkan kampanye mencuci tangan yang menggunakan dorongan-dorongan emosional seperti rasa jijik dan keinginan untuk mengasuh.

Pelajaran jijik

Curits menggambarkan dirinya sebagai “disgustologist” atau ahli jijik. Hal ini lebih memotivasi tinggi daripada informasi, katanya.

Anak-anak menonton sandiwara pendek yang menampilkan satu karakter yang membuat permen dari lumpur dan ingus, dan tidak pernah mencuci tangan. Anak-anak mundur dengan mimik jijik ketika ditawari permen yang dibuatnya.

“Emosilah yang mengajarkan mereka tentang tangan yang kotor, bukan karena dinasehati,” kata Curtis.

Kampanye untuk para ibu menggunakan taktik yang berbeda.

Berikan saputangan

“Para ibu sangat peduli tentang mengajarkan anak mereka sopan santun,” katanya. “Dan mencuci tangan adalah bagian dari sopan santun.”

Jadi biro periklanan lokal bekerja untuk memproduksi “SuperAmma,” atau “SuperMom,” karakter kartun seorang ibu yang suka bekerja keras, pengasuh dan setiap ibu ingin menjadi sepertinya.

SuperAmma mengajarkan anaknya untuk selalu sopan, bersih, menyisir rambut mereka dan mencuci tangan.

Di bagian akhir kartun, semua kerja kerasnya terbalas: anaknya tumbuh menjadi seorang dokter. Ditutup dengan keduanya berpelukan.

“Kami mengedarkan saputangan di seluruh pemutaran film di desa-desa,” kata Curtis.

"Satu langkah ke arah yang benar"

Taktiknya berhasil. Tingkat mencuci tangan naik dari satu atau dua persen di awal penelitian menjadi tiga persen dalam setahun setelah kampanye tersebut berakhir.

Masih kurang, menurut Curtis, tapi ini adalah "satu langkah menuju arah yang benar,” dan memberikan kemajuan untuk kampanye-kampanye masa datang.

Emosi mungkin bukan satu-satunya faktor keberhasilan, kata profesor kesehatan internasional Elli Leontsini di Johns Hopkins University. Mereka memang bisa membantu mengubah perilaku orang-orang pada awalnya.

Tapi bagian lain dari kampanye tersebut mungkin lebih penting untuk membuat efeknya berkesinambungan. Contohnya, penduduk desa membuat sumpah untuk mencuci tangan mereka dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi. Hal ini menciptakan tekanan kelompok dan mengubah ekspektasi masyarakat.

“Satu paket lengkap, bukan hanya emosi,” kata Leontsini.

Lebih banyak kampanye kesehatan publik yang lebih menggugah emosi akan bermunculan. Curtis berencana membawa pendekatannya dalam usaha-usaha untuk meningkatkan tingkat menyusui dan perbaikan kebiasaan persiapan makan.
XS
SM
MD
LG