Tautan-tautan Akses

Lesotho Gelar Pemungutan Suara Pemilu 2012


Seorang warga Lesotho menggunakan selimut tradisional bersiap untuk memberikan suaranya di TPS Sekolah Mpho, Maseru, Lesotjo (26/5).

Seorang warga Lesotho menggunakan selimut tradisional bersiap untuk memberikan suaranya di TPS Sekolah Mpho, Maseru, Lesotjo (26/5).

Lesotho, negara kecil di pegunungan Afrika Selatan, menggelar pemilihan umum, Sabtu (26/5).

Para pemilih di kerajaan Lesotho di Afrika bagian selatan pergi ke TPS-TPS hari Sabtu untuk memberikan suara dalam pemilu yang mungkin tidak akan menghasilkan pemenang jelas.

Lebih dari 15 partai dan beberapa calon independen bersaing untuk menggantikan Perdana Menteri Pakalitha Mosisili.

Kekuasaan Mosisili dimulai pada tahun 1998, ketika berlangsung kerusuhan sipil yang menewaskan puluhan orang. Mosisili mundur dari Partai uang berkuasa untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Kongres Demokrasi baru yang dibentuknya awal tahun ini.

Penantang utamanya adalah Mothejoa Metsing, yang dilaporkan memimpin gerakan untuk menyingkirkan perdana menteri itu sebagai pemimpin Partai Kongres Lesotho.

Calon lainnya adalah pemimpin oposisi Tom Thabane dari Partai Konvensi Persatuan Basotho.

Ada kekhawatiran hasil-hasil yang tidak pasti akan mengarah pada kekerasan setelah pemilu seperti yang terjadi tahun 1998 ketika Afrika Selatan harus mengirim pasukan untuk mengatasi kerusuhan mematikan setelah pemilu.

Belum ada laporan kerusuhan selama pemilu hari Sabtu. Para pemilih telah menyampaikan harapan adanya perubahan di negara miskin itu dimana jumlah pengangguran tinggi.

Negara pegunungan yang kecil itu dikelilingi oleh Afrika Selatan dan sangat bergantung pada negara tetangganya yang lebih besar. Sejak merdeka dari Inggris tahun 1966, Lesotho telah mengalami beberapa kudeta militer.
XS
SM
MD
LG