Tautan-tautan Akses

Legislator Inggris: Tidak Cukup Bukti untuk Selidiki Blair soal Irak


Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair (Foto: dok).

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair tidak akan menghadapi penyelidikan mengenai apakah ia menyesatkan parlemen sebelum invasi Irak tahun 2003, kecuali jika muncul bukti-bukti baru, sebut sebuah komite di parlemen, hari Kamis (16/3).

Penyelidikan resmi selama tujuh tahun mengenai perang itu menyatakan Blair bersih dari tuduhan bahwa ia telah membuat “keputusan pribadi untuk mengelabui parlemen atau masyarakat,” sebut Komite Urusan Administrasi Publik dan Konstitusi di parlemen.

Komite itu menyatakan beberapa penyelidikan mengenai perang tersebut tidak “memberikan landasan yang memadai” bagi dilakukannya investigasi oleh parlemen.

Keputusan untuk turut memasuki perang yang dipimpin Amerika itu merupakan tindakan Blair yang paling diperdebatkan selama ia menjabat perdana menteri antara tahun 1997 dan 2007. Begitu pasukan tempur Inggris meninggalkan Irak pada tahun 2009, konflik di sana telah menewaskan 179 tentara Inggris, hampir 4.500 personel Amerika dan lebih dari 100 ribu warga Irak.

Penyelidikan mengenai Perang Irak yang dipimpin oleh pensiunan pegawai negeri sipil, John Chilcot, menyimpulkan tahun lalu bahwa Blair memimpin Inggris terjun ke kancah perang itu melalui campuran antara intelijen yang tidak sempurna, perencanaan yang tidak memadai dan pengambilan keputusan yang tidak tepat. Tetapi komite itu tidak menyatakan apakah invasi itu legal dan tidak menuduh Blair sengaja menyesatkan masyarakat atau parlemen. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG