Tautan-tautan Akses

Ledakan Lukai Tentara Suriah Pengawal Konvoi Pemantau PBB


Seorang tentara Suriah yang terluka akibat ledakan bom pinggir jalan menghantam truk militer, ditolong oleh rekannya (9/5).

Seorang tentara Suriah yang terluka akibat ledakan bom pinggir jalan menghantam truk militer, ditolong oleh rekannya (9/5).

Sebuah ledakan bom pinggir jalan melukai enam tentara Suriah selagi mereka mengawal pemantau PBB menuju Dara'a di bagian selatan yang bergolak.

Ledakan itu menghantam sebuah kendaraan militer yang menyertai konvoi PBB, meledakkan jendela dan melukai orang-orang di dalamnya. Kepala misi pemantau PBB, Jendral Robert Mood, berada dalam kelompok yang sedang menuju Dara'a tersebut, tetapi baik dia maupun para pemantau tidak cedera.

Menurut salah seorang tentara yang terluka, delegasi PBB dan para pengawal militer baru saja melintasi pos pemeriksaan ketika bom meledak.

Seorang wartawan Associated Press di belakang konvoi mengatakan ledakan tersebut menimbulkan asap hitam tebal.

Kendaraan PBB dilaporkan melewati lokasi ledakan hanya beberapa detik sebelumnya.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut yang terjadi sehari setelah Komite Palang Merah Internasional mengatakan bahwa sayap bersenjata pihak oposisi berbalik ke taktik gerilya. Pemberontak, Tentara Pembebasan Suriah, yang banyak menggunakan senapan mesin dan granat berpeluncur roket, persenjataannya tidak selengkap militer Suriah.

Misi pengamat PBB berada di Suriah untuk memantau gencatan senjata yang disepakati oleh kedua belah pihak bulan lalu. Tapi ratusan orang telah tewas dalam pertempuran sejak gencatan senjata diberlakukan. PBB mengakui tantangan yang dihadapi misi tersebut, yang kini terdiri dari beberapa puluh pemantau ditambah sejumlah penasihat sipil. PBB berencana untuk meningkatkan tim pemantau menjadi 300 orang pada akhir bulan ini.

Kekerasan dalam 14 bulan terakhir telah menyulitkan banyak warga Suriah yang tidak memihak dalam konflik tersebut. Tujuan dari rencana PBB tersebut adalah untuk menciptakan suasana cukup tenang yang memungkinkan diselenggarakannya pembicaraan politik, sesuatu yang oleh mahasiswa Universitas Damaskus, Rawan Tahmoush, diharapkan akan segera terjadi.

Dia mengatakan semua pihak harus memberi konsesi demi negara. Pada akhirnya, ia menambahkan, apakah kita berpihak atau melawan pemerintah,negara ini adalah milik kita.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG