Tautan-tautan Akses

Ledakan di Katedral Mesir Tewaskan Puluhan Orang


Petugas keamanan mengamankan daerah di luar Katedral St. Mark di Kairo, setelah bom meledak, 11 Desember 2016.

Petugas keamanan mengamankan daerah di luar Katedral St. Mark di Kairo, setelah bom meledak, 11 Desember 2016.

Ledakan di kompleks Katedral Kristen Orthodox Koptik di Kairo hari Minggu (11/12) telah menewaskan 25 orang dan melukai hampir 50 lainnya.

MENA, kantor berita resmi Mesir, melaporkan pelakunya melemparkan bom ke dalam sebuah gereja di kompleks katedral Santa Markus, daerah Abbassia, Kairo.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Seorang wartawan VOA di tempat kejadian mengatakan serangan itu terjadi dalam kebaktian pukul 10 pagi hari Minggu di tempat yang dipenuhi oleh sebagian besar perempuan.

Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi menyatakan keadaan berkabung selama 3-hari setelah ledakan tersebut.

“Kepedihan yang dirasakan rakyat Mesir tidak akan sia-sia, tetapi akan menghasilkan tekad kuat untuk memburu dan menyeret ke pengadilan siapapun yang terlibat dalam penghasutan, memperlancar, turut-serta atau melaksanakan kejahatan yang keji ini,” kata presiden Mesir dalam sebuah pernyataan.

Lebih dari 500 orang kaum Koptik berkumpul di tempat ledakan, mencela pemerintah dan menyerukan agar presiden turun. Demonstrasi itu menimbulkan bentrok kecil dengan polisi sampai seorang pastor menyerukan ketenangan. Puluhan orang Muslim turut bersama kaum Kristen melakukan protes.

Organisasi-organisasi hak asasi dan media selalu mendokumentasi kasus-kasus kekerasan anti-Kristen di negara itu, termasuk serangan Hari Tahun Baru tahun 2011 di sebuah gereja Koptik di Alexandria yang menewaskan 20 orang.

Kaum Kristen Koptik kira-kira 10 persen dari 93 juta penduduk Mesir.​ [gp]

XS
SM
MD
LG