Tautan-tautan Akses

Ledakan Bom Guncang Bandara dan Stasiun Kereta Api Bawah Tanah Brussels


Para penumpang dievakuasi dari bandara Brussels di Zaventem (22/3) pasca serangkaian ledakan menghantam bandara dan satu stasiun bawah tanah di jantung kota itu.

Para penumpang dievakuasi dari bandara Brussels di Zaventem (22/3) pasca serangkaian ledakan menghantam bandara dan satu stasiun bawah tanah di jantung kota itu.

Tiga ledakan mengguncang Brussels Selasa pagi (22/3), dua di bandara dan satu di sebuah stasiun kereta api bawah tanah di jantung ibukota Belgia itu, dan media lokal melaporkan sedikitnya 26 orang tewas dan 130 luka-luka.

“Ini adalah momen hitam di negara kita ... semua orang harap tenang dan menunjukkan solidaritas,” kata Perdana Menteri Belgia Charles Michel kepada para wartawan.

Rekaman menunjukkan orang yang melarikan diri dari bandara Zaventem, ketika ledakan ganda pada sekitar pukul 8 pagi waktu setempat menghancurkan jendela-jendela besar, mengakibatkan kaca dan genteng berserakan di lantai bandara dan asap mengepul ke udara pada pagi yang dingin.

Media setempat melaporkan sebuah bom ketiga yang belum meledak juga telah ditemukan. Berbagai berita melaporkan sedikitnya 11 orang tewas dalam ledakan di bandara.

Seorang jaksa Belgia mengatakan setidaknya satu ledakan di bandara itu mungkin dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri. Media setempat juga melaporkan ada teriakan-teriakan dalam bahasa Arab sebelum terjadi ledakan.

Operator angkutan umum di Brussels mengatakan 15 orang tewas dan 55 lainnya terluka dalam ledakan tidak lama kemudian di stasiun kereta bawah tanah Maelbeek, dekat markas besar Uni Eropa. Para karyawan Uni Eropa telah diberitahu agar tetap berada di dalam kantor atau tinggal di rumah.

Media setempat menggambarkan orang-orang dengan panik muncul dari stasiun kereta bawah tanah dengan luka bakar dan luka-luka lainnya ke jalan.

Pihak berwenang Belgia telah menaikkan tingkat siaga teror di negara itu ke tingkat maksimum. Semua penerbangan dari dan ke dari bandara itu telah dibatalkan, dan angkatan kereta bawah tanah telah di Brussels telah ditutup.

Pihak berwenang di Frankfurt, London, Paris dan Belanda telah meningkatkan keamanan di bandara mereka untuk menanggapi pemboman di Brussels itu.

Di Havana, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Barack Obama diberitahu tentang ledakan sementara dia meneruskan kunjungannya ke Kuba dan bahwa para pejabat Amerika menjalin kontak dengan rekan-rekan mereka di Belgia.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah penangkapan tersangka kunci serangan di Paris, Salah Abdeslam di Brussels yang telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya serangan balas dendam. [lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG