Tautan-tautan Akses

Ledakan Bom Bunuh Diri di Ibukota Turki, 37 Tewas

  • Dorian Jones

Petugas layanan darurat tiba di lokasi ledakan di Ankara, Turki (13/3).

Petugas layanan darurat tiba di lokasi ledakan di Ankara, Turki (13/3).

Pihak berwenang Turki menyatakan seorang pelaku serangan bom mobil bunuh diri beraksi di ibukota, Ankara, hari Minggu (13/3). Serangan itu menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai 125 lainnya.

Para pejabat Turki hari Senin (14/3) diperkirakan akan mengumumkan kesimpulan penyelidikan mereka mengenai serangan bom hari Minggu (13/3) di ibukota, Ankara, yang menewaskan sedikitnya 37 orang dan mengundang kecaman dari seluruh dunia.

Pihak berwenang Turki menyatakan seorang pelaku serangan bom mobil bunuh diri beraksi di ibukota, Ankara, hari Minggu (13/3). Serangan itu menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai 125 lainnya. Ini merupakan serangan ketiga yang melanda ibukota Turki dalam enam bulan belakangan.

Pengeboman hari Minggu itu terjadi pada sore hari di pusat kota Ankara. Layanan darurat segera tiba di lokasi untuk membantu puluhan orang yang terluka. Kawasan tersebut dilaporkan sangat padat, ditambah lagi dengan banyaknya remaja yang baru saja mengikuti ujian nasional masuk universitas.

Belum ada yang mengaku bertanggungjawab dan para pejabat Turki menyatakan mereka memperkirakan akan mengumumkan hasil investigasi mengenai ledakan itu pada hari Senin ini (14/3_.

Ledakan itu terjadi di dekat Lapangan Kizilay, pusat perbelanjaan dan transportasi di dekat gedung-gedung pemerintah dan kedutaan-kedutaan asing. Menurut pihak berwenang, sumber ledakan adalah sebuah bom mobil yang menarget warga sipil di sebuah halte bus.

“Perjuangan melawan terorisme yang kita lakukan demi menciptakan perdamaian bagi bangsa kita, bagi berlanjutnya demokrasi kita, bagi keutuhan dan integritas negara kita, tidak akan berhenti. Ini akan berlanjut dengan tegas,” kata Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala.

Pemimpin partai politik pro-Kurdi Partai Demokrasi Rakyat, Selahattin Demirtas, mengecam keras pengeboman hari Minggu itu.

Akan tetapi, militer Turki menyatakan pesawat-pesawat tempurnya melancarkan 18 serangan udara hari Senin yang menarget militan Kurdi di Irak Utara.

Pasukan Turki telah melancarkan ofensif terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sejak Juli, sewaktu Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan pertempuran akan berlanjut hingga semua militan ditaklukkan.

Turki berjuang menumpas PKK yang terlarang, yang telah melancarkan perang gerilya selama 30 tahun untuk mendapatkan otonomi Kurdi yang lebih besar di Turki Tenggara.

Ankara telah dihantam beberapa serangan bom dalam beberapa bulan belakangan, termasuk serangan bom mobil Februari lalu yang menewaskan sedikitnya 29 orang. Pemerintah menuding seorang lelaki Suriah yang terkait dengan kelompok-kelompok milisi Kurdi sebagai pelaku serangan tersebut.

Turki juga diserang oleh kelompok militan ISIS, yang dituding melancarkan serangan bom bunuh diri Oktober lalu pada sebuah demonstrasi damai di Ankara, yang menewaskan lebih dari 100 orang. Itu adalah serangan tunggal teroris yang paling banyak menewaskan korban sejak Turki menjadi negara modern pada tahun 1923.

Serangan hari Minggu kemarin terjadi dua hari setelah Kedutaan Besar Amerika mengeluarkan peringatan keamanan mengenai kemungkinan rencana serangan di pusat kota Ankara.

Amerika Serikat segera mengutuk serangan tersebut dan menegaskan kembali “kemitraan kuatnya dengan Turki, sekutu Amerika di NATO, dalam melawan ancaman teroris yang dihadapi bersama.” [uh/lt]

XS
SM
MD
LG