Tautan-tautan Akses

Ratusan Migran Tenggelam di Laut Tengah


Para migran melompat ke laut sebelum perahu terbalik (Foto: dok.)

Para migran melompat ke laut sebelum perahu terbalik (Foto: dok.)

Meskipun cuaca hangat dan laut tenang, lebih dari 700 migran tenggelam pekan lalu dalam upaya menyeberangi Laut Tengah, sementara ribuan lainnya telah diselamatkan Pasukan Penjaga Pantai Italia.

Sebuah kapal Angkatan Laut Italia yang mengangkut ratusan migran yang diselamatkan tiba di Reggio Calabria, pelabuhan di Italia Selatan, pada hari Minggu (29/5).

Kapal Vega itu juga membawa 45 mayat migran yang tewas dalam perjalanan mereka menyeberangi Laut Tengah. Para penyintas, sebagian besar mengenakan baju putih, dijemput petugas bantuan darurat sewaktu turun dari kapal.

Letnan Raffaele Martino, komandan kapal Vega, mengatakan, “Kami dapat memberikan perawatan kesehatan kepada para migran di atas kapal berkat para dokter yang disediakan Angkatan Laut untuk kami, dan kami juga menyediakan baju untuk para migran, khususnya bagi mereka yang kehilangan baju mereka dalam kecelakaan kapal itu. Kami juga menyediakan makanan hangat.”

PBB memuji upaya luar biasa Italia untuk menyelamatkan para migran.

William Spindler, jurubicara badan pengungsi PBB (UNHCR) di Jenewa mengatakan, “Angkatan Laut Italia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Mereka telah menyelamatkan sekitar 14 ribu orang sepanjang pekan ini, tetapi sayangnya ada sejumlah insiden di mana orang-orang kehilangan nyawa mereka, dan dalam tiga insiden kapal karam, kami perkirakan 700 orang mungkin telah tewas atau masih hilang.”

Para pejabat mengatakan sebagian besar penumpang di kapal-kapal yang karam berasal dari kawasan Afrika sub-Sahara. Para penyintas mengungkapkan bahwa penyelundup yang mengoperasikan kapal-kapal itu tidak berupaya menyelamatkan penumpang yang tenggelam.

Giovanna Di Benedeto, dari LSM Save the Children di Sisilia, mengatakan, “Tampaknya pada Rabu malam lalu, sedikitnya dua kapal nelayan dan satu perahu karet meninggalkan pantai Libya. Salah satu kapal nelayan membawa sekitar 500 orang dan menarik kapal nelayan lainnya yang berukuran lebih kecil dengan sekitar 400 orang penumpang."

"Pada Kamis pagi, kapal lebih kecil yang tidak bermesin dan ditarik oleh kapal lebih besar, mulai kemasukan air. Sebagian orang berhasil terjun ke air dan mencapai kapal yang lebih besar, dan beberapa mampu memanjat tali penarik, sedikit sekali. Tali tersebut kemudian dipotong dan kapal yang lebih kecil pun tenggelam," tambahnya.

Pihak berwenang Italia telah menahan empat tersangka penyelundup, termasuk seorang lelaki Sudan yang mengemudikan kapal penarik dan dituduh memerintahkan penumpang untuk memotong tali penarik yang terhubung ke kapal yang tenggelam.

Para penyintas kapal yang tenggelam pekan lalu itu dibawa ke pelabuhan Taranto dan ke Pozzallo di Sisilia. Carlotta Sami, juru bicara UNHCR di Italia mengatakan badan pengungsi itu berupaya mengumpulkan informasi dari para migran dengan hati-hati, mengingat sebagian besar mereka yang baru tiba adalah penyintas kapal tenggelam atau mereka yang trauma dengan apa yang mereka saksikan.

Pulau-pulau di bagian selatan Italia adalah tujuan utama bagi banyak kapal penyelundup yang berasal dari pantai-pantai Libya setiap pekan dan dipadati mereka yang mencari pekerjaan dan keselamatan di Eropa. Ratusan migran tenggelam setiap tahun sewaktu berupaya menempuh pelayaran berbahaya menyeberangi Laut Tengah.

Menurut UNHCR, sekitar 200 ribu orang telah menyeberangi Laut Tengah sepanjang tahun ini, dan sebelum tragedi terbaru pekan lalu, sekitar 1.700 orang dilaporkan tewas atau hilang. [as]

XS
SM
MD
LG