Tautan-tautan Akses

2.000 Lebih Nelayan yang Diperbudak Telah Diselamatkan Tahun Ini


Para nelayan yang berhasil diselamatkan dari perbudakan di Benjina, kepulauan Aru, Indonesia, 4 April 2015 (foto: dok).

Para nelayan yang berhasil diselamatkan dari perbudakan di Benjina, kepulauan Aru, Indonesia, 4 April 2015 (foto: dok).

Lebih dari 2.000 nelayan telah diselamatkan tahun ini dari perbudakan dan kondisi brutal di laut.

Kebebasan para nelayan tersebut dipicu oleh investigasi yang dilakukan Associated Press terhadap makanan laut yang dibawa ke Amerika dari sebuah pulau budak di Indonesia timur.

Puluhan pria Myanmar di kota pelabuhan Ambon yang ramai adalah rombongan terbaru yang pulang,sebagian telah lebih dari satu dekade diselundupkan ke ke kapal pukat Thailand. Bergandeng tangan satu sama lain, rombongan pria itu pekan lalu berjalan bersama menuju bus.

Perusahaan-perusahaan Amerika semuanya telah mengatakan mereka sangat mengutuk perlakuan kejam tenaga kerja dan kini mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya.

Sebagai tanggapan, bisnis penangkapan ikan beromzet jutaan dolar milik Thailand di Indonesia telah ditutup, sedikitnya sembilan orang telah ditangkap dan dua kapal kargo nelayan telah disita. Di Amerika, importir menuntut perubahan, tiga tuntutan hukum class action kini berlangsung, undang-undang baru telah diperkenalkan dan pemerintahan Presiden Barack Obama mendorong eksportir agar membersihkan praktik ketenagakerjaan mereka.

Sebuah sidang dengar pendapat di Kongres Amerika dijadwalkan akan diadakan lagi bulan ini.

Industri penangkapan ikan di Asia Tenggara didominasi oleh Thailand, yang mendapat $7miliar setiap tahun dari di ekspor. Bisnis itu bergantung pada puluhan ribu buruh migran miskin, terutama dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Mereka sering ditipu, dijual atau diculik dan dimasukkan ke kapal-kapal yang biasa dikirim ke perairan asing yang jauh untuk menangkap ikan.

Penyelidikan selama setahun itu menyebabkan Associated Press datang ke desa pulau Benjina, bagian rantai kepulauan Maluku di Indonesia, sekitar 640 kilometer di sebelah utara Australia. Di tempat itu, buruh yang dianggap berisiko lari digembok di balik terali besi kandang berkarat.

Para pria buruh di Benjina - baik yang terjebak di kapal ikan Thailand maupun yang lain yang telah melarikan diri ke dalam hutan - adalah rombongan pertama yang pulang ke negara asal mereka ketika operasi penyelamatan yang dipimpin oleh pemerintah Indonesia dimulai pada awal bulan April.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG