Tautan-tautan Akses

Lebih dari 100 Tewas dalam Demonstrasi di Mesir


Sebuah pusat perbelanjaan dijarah dan dibakar di ibukota, Kairo, Minggu (1/30).

Sebuah pusat perbelanjaan dijarah dan dibakar di ibukota, Kairo, Minggu (1/30).

Sedikitnya tiga pengunjuk rasa dilaporkan tewas, Sabtu, ketika polisi menembaki para demonstran di dekat Kementerian Dalam Negeri di Kairo.

Sedikitnya 100 orang tewas dan kira-kira 1.000 orang cedera dalam lima hari protes anti-pemerintah di Mesir.

Sedikitnya tiga pengunjuk rasa dilaporkan tewas pada hari Sabtu ketika polisi menembaki para demonstran di dekat Kementerian Dalam Negeri di Kairo. Sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan di Beni Suef, Kairo Selatan.

Para demonstran melanjutkan demonstrasinya di Tahrir Square di Kairo dan di wilayah ibukota lainnya, serta di Alexandria dan Suez. Puluhan ribu orang kembali menentang pemberlakuan jam malam untuk menuntut berakhirnya pemerintahan Mubarak selama 30 tahun.

Penjarahan tampaknya menjadi masalah yang berkembang. Laporan-laporan dari Kairo dan Alexandria mengatakan kelompok-kelompok penjahat menjarah kantor dan rumah. Di beberapa wilayah di Kairo, para warga telah mengorganisir satuan pengamanan lingkungan sendiri dengan bersenjata tongkat dan senjata lainnya untuk melindungi rumah-rumah pribadi.

Ribuan penumpang terdampar di bandara Kairo akibat penerbangan yang dibatalkan atau ditunda. Beberapa negara Arab mengevakuasi warga negara mereka. Patroli militer telah memblokir jalan masuk ke berbagai tujuan wisata Mesir, termasuk Museum Mesir di Kairo dan kompleks Piramida di Giza.

Sementara itu, Presiden Hosni Mubarak telah menunjuk kepala intelijen Omar Suleiman sebagai wakil presiden. Ini adalah pertama kalinya presiden menunjuk seseorang untuk posisi itu. Mubarak juga menunjuk Menteri Penerbangan Ahmed Shafiq sebagai Perdana Menteri pada hari Sabtu, dan meminta Shafiq untuk membentuk kabinet baru.

Aktivis oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei menanggapi upaya Mubarak, ia mengatakan penunjukkan pemimpin baru tidak cukup. Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, pemenang Hadiah Nobel itu mengatakan para pengunjuk rasa menginginkan perubahan rezim dan mengakhiri apa yang disebut ElBaradei sebagai kediktatoran.


XS
SM
MD
LG