Tautan-tautan Akses

Lebih Banyak Warga Myanmar Dibebaskan dari Perbudakan di Benjina


Warga Myanmar yang menjadi korban perbudakan di Pulau Benjina, kepulauan Aru (foto: dok).

Warga Myanmar yang menjadi korban perbudakan di Pulau Benjina, kepulauan Aru (foto: dok).

Myanmar mengatakan lebih banyak lagi warganya yang diselamatkan setelah diduga diperbudak di Pulau Benjina di kepulauan Aru.

Lwin Oo seorang pejabat kedutaan besar Myanmar di Indonesia hari Senin (13/4) mengatakan kepada VOA, 174 warga Myanmar ditemukan dalam beberapa hari terakhir. Ia menambahkan 455 orang akan dikirim ke pulau terdekat untuk diproses.

Lwin Oo mengatakan kedutaan Myanmar saat ini sedang memeriksa orang-orang tersebut dan akan membahasnya setelah delegasi dari Myanmar tiba. Delegasi Myanmar telah diminta untuk mengatur pemulangan mereka, dan sedang dalam perjalanan setelah tiba hari Selasa.

Ia menambahkan delegasi Myanmar itu termasuk pejabat anti perdagangan manusia, akan memeriksa kewarga negaraan imigran dan keluhan bahwa mereka diperbudak dan kemudian membantu mereka memperoleh ganti rugi setelah bertahun-tahun tidak diberi upah.

Pulau Benjina menjadi pusat penyelidikan khusus kantor berita Associated Press yang minggu lalu melaporkan ratusan orang, banyak di antaranya dari Myanmar terperangkap di pulau itu.

Setelah laporan itu, pihak berwenang Indonesia mengumumkan mereka telah menemukan 550 nelayan yang dijadikan budak di pulau itu. Organisasi Migran Internasional (IOM) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan kedutaan-kedutaan asing mendukung gugatan hukum terhadap perusahaan-perusahaan perikanan yang dituduh melakukan perbudakan tersebut.

XS
SM
MD
LG