Tautan-tautan Akses

Lebih 130 Intelektual Vietnam Tuntut Reformasi Politik


Dua pemuda Vietnam mengakses Facebook dari warnet dekat asrama mereka di Hanoi, Vietnam. (Foto: dok).

Dua pemuda Vietnam mengakses Facebook dari warnet dekat asrama mereka di Hanoi, Vietnam. (Foto: dok).

Lebih dari 130 orang intelektual Vietnam menandatangani pernyataan terbuka yang meminta kepada pemerintah di Hanoi agar mengizinkan reformasi politik di negara itu, Senin (23/9).

Petisi yang dikeluarkan oleh lebih dari 130 intelektual Vietnam hari Senin (24/9), menganjurkan secara terbuka amandemen undang-undang dasar yang menghapuskan monopoli kekuasaan partai Komunis, dan mengizinkan pembentukan organisasi-organisasi masyarakat dan meningkatkan kebebasan berbicara.

Pernyataan mengenai hak-hak sipil dan politik itu, yang ditulis oleh guru-guru, dikirim kepada para pemimpin Vietnam, media dan dimuat dalam jaringan media sosial seperti Facebook.

Wartawan dan penulis artikel politik Pham Chi Dung, yang tinggal di kota Ho Chi Minh dan salah seorang penandatangan awal, memberitahu seksi bahasa Vietnam, VOA, bahwa organisasi masyarakat sangat penting bagi masa depan Vietnam.

Dung dan lain-lain di Vietnam dapat menghadapi bahaya ditahan oleh pihak berwenang karena menanda-tangani pernyataan itu. Dung baru-baru ini ditahan karena menulis tentang masalah yang peka politik.

Mayoritas besar orang-orang yang menandatangani pernyataan itu tinggal di Vietnam. Dalam sejarah negara tersebut, seruan akan reformasi politik yang besar di Vietnam datang dari perorangan di dalam negara itu atau kelompok-kelompok yang tinggal di luar negeri dan tidak dapat dijangkau oleh pemerintah di Hanoi.

Pemerintah Vietnam belum menanggapi petisi tersebut.
XS
SM
MD
LG