Tautan-tautan Akses

AS

Lawatan Obama di Asia Dipusatkan pada Upaya Melawan Terorisme


Presiden AS Barack Obama dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 November 2015.

Presiden AS Barack Obama dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 November 2015.

Presiden AS Barack Obama menyampaikan pesan kuat menentang terorisme hari Minggu (22/11) pada penutupan pertemuan ASEAN dan KTT Asia Timur.

Sebelum meninggalkan Kuala Lumpur, Malaysia di mana dia menyinggung adanya kemajuan dalam upaya AS untuk mempererat ikatan dengan kawasan itu, presiden mengatakan sebagian besar lawatannya dimanfaatkan untuk “memusatkan perhatian pada ancaman terorisme yang kian mendesak.”

Hari Jumat, militan Islamis melancarkan sebuah serangan terhadap sebuah hotel di ibukota Mali, Bamako. Awal bulan ini, militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan bersenjata dan bom di Paris yang menewaskan 130 orang.

Presiden mengatakan, “Kini keluarga-keluarga di banyak negara sedang berduka atas kehilangan anggota keluarganya dalam serangan keji di Prancis dan Mali.”

Koalisi 65 negara pimpinan AS untuk melawan militan ISIS “tidak akan menyerah,” kata Obama dan menambahkan bahwa sejak serangan teror terbaru itu, sebagian negara telah meningkatkan komitmennya untuk mengalahkan kelompok ekstremis itu.

Obama mengatakan, “Saya rasa penting bagi setiap negara, setiap pemimpin untuk mengirim pesan bahwa kekejian segelintir pembunuh tidak akan membuat dunia berhenti melakukan tugas-tugas penting." Pemimpin AS itu menghabiskan waktu selama satu jam untuk berbicara kepada wartawan mengenai upaya melawan terorisme.

Obama mengatakan, “kita tidak menyerah pada rasa takut.” Meskipun ancaman terorisme nyata, tambahnya, ada perbedaan antara sikap waspada dan perasaan takut yang menyebabkan orang-orang mencampakkan nilai-nilai mereka.

Dalam beberapa pekan ini, ada perdebatan sengit di AS dan negara-negara lain mengenai apakah pengungsi yang lari dari kekerasan di Irak dan Suriah merupakan risiko keamanan yang lebih besar karena berpotensi disusupi teroris.

Obama berkeras, “Kita tidak akan menyerah pada rasa takut, saling menyerang atau memperlakukan sebagian orang dengan cara berbeda karena agama, ras atau latar belakang."

AS mengungkap rencana untuk membantu Manila memodernisasi dan memperluas kapasitas maritimnya di kawasan. Presiden Obama mengatakan dia juga mengundang ke-10 pemimpin ASEAN ke AS tahun depan untuk menjamin agar negara-negara AS dan Asia pasifik terus memerkuat ikatan. [vm/jm]

XS
SM
MD
LG