Tautan-tautan Akses

Pejabat Olahraga dan Atlet Rusia Dituduh Sembunyikan Doping


Seorang atlet perempuan Rusia tampil dalam nomor lompat tinggi pada kejuaraan atletik dunia "IAAF World Challenge" di Beijing, Mei tahun 2014 (Foto: dok).

Seorang atlet perempuan Rusia tampil dalam nomor lompat tinggi pada kejuaraan atletik dunia "IAAF World Challenge" di Beijing, Mei tahun 2014 (Foto: dok).

Melalui penyelidikan yang mendalam, badan anti doping dunia (WADA) merekomendasikan agar asosiasi cabang atletik internasional (IAAF) menskors federasi atletik Rusia dari kompetisi.

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) telah merekomendasikan agar asosiasi cabang atletik internasional menskors Rusia dari kompetisi cabang atletik, setelah hasil temuan oleh WADA mendapati adanya bukti positif doping terhadap tes darah para atletnya yang selama ini ditutup-tutupi.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Senin (9/11), WADA mengatakan bahwa para atlet Rusia, termasuk para pemenang medali Olimpiade dan pemenang kejuaraan bergengsi lainnya, telah lama berpartisipasi dalam program doping sistematis yang melibatkan beberapa pejabat olahraga Rusia.

Laporan tersebut menyebutkan adanya keterlibatan dari para atlet, pelatih, dokter, dan berbagai lembaga Rusia, termasuk lembaga anti-doping negara itu serta sebuah laboratorium terakreditasi di Moskow yang menangani pengujian doping untuk Olimpiade musim dingin di Sochi tahun lalu.

Laporan itu dikeluarkan menyusul 10 bulan penyelidikan oleh komisi independen dari Badan Anti-Doping Dunia, WADA. Komisi tersebut merekomendasikan agar WADA menyatakan bahwa Rusia "tidak mematuhi" aturan anti-doping global, dan bahwa Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) agar menskors Rusia dari kompetisi.

Pada konferensi pers hari Senin (9/11), mantan presiden WADA Dick Pound membahas hasil temuan tersebut, yang disebutnya sebagai doping "yang disponsori negara" dan ia menyamakan hal ini dengan kecurangan pada masa "Uni Soviet."

"Harapannya adalah (agar) Rusia dapat menggunakan kesempatan untuk maju, serta memimpin upaya dalam memberantas masalah (doping) yang berpotensi menghancurkan olahraga," kata Pound. [pp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG