Tautan-tautan Akses

Laporan Tentang Perbudakan di Asia Raih Penghargaan Pulitzer


Para nelayan Myanmar yang diselamatkan mengangkat tangan mereka saat ditanya siapa yang ingin pulang ke negaranya, 3 April 2015. (AP/Dita Alangkara)

Para nelayan Myanmar yang diselamatkan mengangkat tangan mereka saat ditanya siapa yang ingin pulang ke negaranya, 3 April 2015. (AP/Dita Alangkara)

Ini adalah tahun ke-100 pemberian penghargaan Pulitzer untuk jurnalistik, buku, drama dan musik.

Pengungkapan perbudakan dalam industri makanan laut di Asia Tenggara dan liputan breaking news penembakan teroris San Bernardino ada di antara pemenang penghargaan Pulitzer Prize 2016.

Ini adalah tahun ke-100 pemberian penghargaan untuk jurnalistik, buku, drama dan musik tersebut.

Kantor berita Associated Press mendapat penghargaan kategori Layanan Publik atas investigasinya mengenai bagaimana produsen udang dan ikan di Indonesia menggunakan buruh budak dari Myanmar untuk memproduksi makanan yang dimakan di Amerika Serikat dan Eropa.

Rangkaian laporan ini berujung dengan kebebasan untuk sekitar 2.000 pria.

Harian The Los Angeles Times menang atas liputan breaking news pembantaian 14 orang tahun lalu oleh teroris suami istri di San Bernardino, California.

Penghargaan-penghargaan lain diberikan kepada The New York Times atas laporannya mengenai penderitaan para perempuan Afghanistan dan kantor berita Thomson Reuters untuk foto-foto pengungsi.

Penulis Joby Warrick meraih hadiah kategori non-fiksi untuk bukunya Black Flags: The Rise of ISIS, dan penghargaan untuk fiksi diberikan kepada Viet Thanh Nguyen, penulis yang lahir di Vietnam dengan karyanya The Sympathizer, sebuah novel mengenai kejatuhan Vietnam Selatan tahun 1975.

Penghargaan Pulitzer dibuat oleh penerbit surat kabar Joseph Pulitzer tahun 1917 dan dianugerahkan setiap tahun oleh Columbia University di New York. [hd/dw]

XS
SM
MD
LG