Tautan-tautan Akses

Laporan: Paus Katakan 2 Persen Kepastoran Katolik Pedofil


Paus Fransiskus memimpin sebuah misa dengan para kardinal di Kapel Sistine di Vatikan. (Foto: Dok)

Paus Fransiskus memimpin sebuah misa dengan para kardinal di Kapel Sistine di Vatikan. (Foto: Dok)

Pihak Vatikan mengatakan beberapa bagian laporan itu tidak akurat, mengklaim jurnalis yang menulisnya dikenal suka merekonstruksi pembicaraan.

Sekitar 2 persen dari para pastor Katolik Roma adalah pelaku kekerasan seksual, menurut laporan sebuah surat kabar Italia, Minggu (13/7), yang mengutip perkataan Paus Fransiskus.

Surat kabar itu menambahkan bahwa Paus menganggap kejahatan itu "kusta di rumah kita."

Namun pihak Vatikan mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa beberapa bagian dari sebuah artikel panjang di koran La Repubblica yang kekiri-kirian itu tidak akurat, termasuk salah satunya yang mengutip Paus yang mengatakan ada kardinal diantara pelaku kekerasan.

Artikel tersebut merupakan sebuah rekonstruksi dari pembicaraan satu jam antara Paus dan pendiri koran tersebut, Eugenio Scalfari, seorang ateis yang telah menulis mengenai beberapa pertemuan dengan Paus.

"Banyak kolaborator saya yang bersama-sama melakukan perlawanan (terhadap pedofilia) meyakinkan saya dengan statistik yang dapat diandalkan yang menunjukkan bahwa tingkat pedofilia di Gereja adalah sekitar 2 persen," ujar Paus Fransiskus seperti yang dikutip koran tersebut.

"Data ini seharusnya membesarkan hati saya namun saya harus mengatakan pada Anda bahwa itu tidak membesarkan hati sama sekali. Malah, saya pikir ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Paus, menurut koran tersebut, mengatakan bahwa meski sebagian besar kasus pedofilia terjadi dalam keluarga, "bahkan kita memiliki penyakit ini di rumah kita."

Menurut data Gereja pada 2012, data terbaru yang ada, jumlah pastor Katolik Roma mencapai 414.000 orang di seluruh dunia.

Vatikan mengeluarkan pernyataan bahwa Scalfari memiliki kebiasaan untuk melakukan obrolan panjang dengan tokoh-tokoh publik tanpa mencatat atau merekam ucapan mereka, dan kemudian merekonstruksinya dari ingatannya.

Scalfari, 90, adalah salah satu jurnalis paling dikenal di Italia.

Meski mengakui bahwa pembicaraan itu memang terjadi, juru bicara Vatikan Romo Federico Lombardi mengatakan bahwa tidak semua pernyataan dapat diatribusikan "dengan pasti" kepada sang Paus.

Lombardi mengatakan bahwa khususnya kutipan tentang kardinal ada di antara para pelaku kejahatan seksual tidak akurat dan menuduh surat kabar tersebut mencoba "memanipulasi para pembaca yang naif." (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG