Tautan-tautan Akses

Laporan: Hong Kong Kunci Jaringan Perdagangan Gading


Petugas Satwa Liar Kenya berjalan melewati 15 ton gading gajah yang dibakar, di peringatan anti penyelundupan di Taman Nasional Nairobi, Maret 2015.

Petugas Satwa Liar Kenya berjalan melewati 15 ton gading gajah yang dibakar, di peringatan anti penyelundupan di Taman Nasional Nairobi, Maret 2015.

Laporan baru dari kelompok konservasi Save the Elephants menunjukkan Hong Kong menjual banyak produk-produk gading daripada kota-kota lain di seluruh dunia. Kelompok tersebut mengatakan ekspor ilegal produk-produk ini ke China daratan merusak upaya pemerintah negara tersebut untuk menghentikan perdagangan gading.

Menurut laporan yang dirilis hari Selasa (14/7) di Nairobi, para peneliti mencatat lebih dari 30.000 barang-barang gading yang dijual di Hong Kong di 72 gerai ritel yang berbeda. Sebagian besar barang tersebut dijadikan perhiasan atau patung kecil, dan dijual kepada turis di hotel-hotel dan toko-toko mewah.

Di Hong Kong, penjualan gading dari stok yang terdaftar diijinkan secara hukum, tapi ekspor ke China daratan tidak diijinkan.

Penyelundupan ilegal

Para peneliti menemukan sekitar 90 persen gading yang dijual di Hong Kong dibeli oleh konsumen dari China daratan. Sebagian besar kemudian diselundupkan ke China.

Pendiri Save the Elephants, Iain Douglas-Hamilton mengatakan praktek ini merusak upaya China untuk menghentikan permintaan atas gading gajah.

“Menurut saya masa depan gajah-gajah Afrika berada di tangan China. Hong Kong adalah bagian dari China dan meremehkan larangan yang diterapkan oleh China," ujarnya.

Douglas-Hamilton mengatakan 100.000 gajah dibunuh di Afrika untuk diambil gadingnya antara tahun 2010 sampai 2012. Sebagian besar pembunuhan itu akibat permintaan di Asia.

Hong Kong tidak lagi mengimpor gading secara legal sejak tahun 1990; barang-barang baru yang dipahat dan dijual dari sisa stok.

Walaupun laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa Hong Kong menjual gading ilegal, para ahli konservasi mengatakan para pedagangan di kota tersebut mungkin memasukkan gading selundupan ke dalam stok mereka.

Pengiriman yang disita

Peneliti pemimpin laporan tersebut Esmond Martin mengatakan Hong Kong dikenal sebagai transit gading ilegal, dan mencatat pihak berwenang di Hong Kong telah menyita beberapa pengiriman dalam jumlah besar dari Afrika.

“Pengiriman besar yang disita di Hong Kong ini, hampir semuanya, menurut pemerintah dan penelitian yang kami lakukan, dimaksudkan untuk dikirim ke China daratan," kata Martin. "Dan ini hal yang sangat penting. Tapi pertanyaannya adalah berapa banyak barang yang diselundupkan melalui Hong Kong yang belum tertangkap? Kita tidak memahami hal itu."

Martin mengatakan, beberapa pengiriman besar baru-baru ini disita di Hong Kong berasal dari Kenya, Tanzania dan Togo.

Ia mengatakan korupsi di jalur pasokan, mulai dari taman nasional di mana gajah-gajah tersebut hidup, menjadi tantangan paling mendesak untuk bisa menghentikan perdagangan gading.

XS
SM
MD
LG