Tautan-tautan Akses

Lapas Banceuy Rusuh, Menkumham Temui Napi

  • R.Teja Wulan

Lapas Banceuy, Bandung, pasca kerusuhan, Sabtu pagi, 23 April 2016 (Foto: VOA/Tedja)

Lapas Banceuy, Bandung, pasca kerusuhan, Sabtu pagi, 23 April 2016 (Foto: VOA/Tedja)

Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Sabtu (23/4) pagi tadi. Ratusan narapidana merusak dan membakar gedung dan kendaraan lapas. Sedikitnya 25 orang terluka di lokasi kejadian.

Peristiwa kerusuhan di Lapas Banceuy bermula saat seorang napi bernama Undang Kosim ditemukan tewas gantung diri di kamar tahanannya pada Sabtu (23/4) dini hari tadi.

Napi lainnya yang menuding bahwa Undang telah dianiaya petugas lapas kemudian berteriak dan mengajak sesama napi merusak gedung lapas ketika pintu sel sedang dibuka. Keributan pun tak dapat dihindarkan.

Selain baku hantam dengan aparat, napi yang berjumlah sekitar 300 hingga 400 orang juga membakar gedung lapas. Setidaknya delapan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di lapas tersebut. Puluhan anggota polisi pun berjaga di sekitar lapas.

Kepala Lapas Banceuy, Agus Irianto mengatakan, napi yang tewas, yaitu Undang Kosim, ditemukan tewas oleh petugas sipir sekitar pukul 12 dini hari, dengan posisi tergantung di jeruji sel tahanan. Undang adalah napi kasus narkotika yang divonis penjara selama empat tahun. Undang sudah menjalani hukuman selama tiga tahun.

“Mereka (napi yang melakukan kerusuhan) mengira napi yang meninggal itu disiksa. Padahal meninggalnya karena gantung diri. Sepertinya ada yang melakukan provokasi berkaitan meninggalnya salah satu napi,” kata Agus Irianto, kepala Lapas Banceuy.

Agus menambahkan, sehari sebelum peristiwa tersebut terjadi, seorang pria tak dikenal menggunakan sepeda motor terlihat membawa sebuah bungkusan mencurigakan dan menemui Undang. Setelah peristiwa itu, petugas lapas kemudian memeriksa para napi dan melakukan tes urin. Dua napi positif mengonsumsi narkotika, sedangkan Undang negatif. Para napi Jumat malam kemudian dimasukkan ke sel isolasi. Namun, pada dini hari, Undang ditemukan tewas gantung diri di sel tahanannya.

“Petugas di pos itu memberitahu petugas lainnya. Lalu petugas mengejar. Setelah di luar, orang pakai motor itu sudah enggak ada. Sementara Undang bersembunyi di kamar mandi luar. Setelah diperiksa, barang yang terlihat petugas berupa kantong hitam itu enggak ada,” lanjut Agus Irianto.

Akibat peristiwa tersebut, gedung Lapas Banceuy mengalami kerusakan dan sebagian bangunannya terbakar. Setidaknya 25 orang luka-luka dalam kejadian ini. Pasca kerusuhan, polisi mengamankan tujuh napi yang dianggap sebagai provokator. Sesaat setelah kejadian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mendatangi Lapas Banceuy dan menemui para napi yang terlibat kerusuhan.

“Kalau di dalam, tadi saya sudah meyakinkan para napi untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan, mereka menyambut baik apa yang disampaikan tadi,” kata : Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly.

Selain menemui para napi yang terlibat kerusuhan, Yasonna juga melakukan pertemuan khusus dengan jajaran Lapas Banceuy. Yasonna mengatakan, pangkal utama kerusuhan tersebut ada kaitannya dengan penerapan Peraturan Pemerintah (PP) No.99 tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Menurut Yasonna, PP tersebut harus segera direvisi karena sudah tidak relevan lagi dengan kondisi napi di Indonesia yang sebagian besar adalah napi narkoba.

“Kemudian setelah kita kaji dalam rapat tadi memang hasilnya sama dengan keputusan Komisi III (DPR RI). Memang PP No.99 tahun 2012 itu memang harus kita revisi. Tahanan terbesar kita adalah tahanan narkoba, sekitar 60 ribu orang. Pendekatannya juga harus beda. Kalau mereka tidak diberi (hak) itu bisa frustasi. Sehingga apa saja pemicunya bisa meledak,”lanjutnya.

Kerusuhan di Lapas Banceuy berakhir sekitar pukul 09.00 malam. Setengah ham kemudian api yang membakar gedung Lapas Banceuy pun berhasil dipadamkan. Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, gedung Lapas Banceuy akan segera direnovasi seluruhnya, mengingat usia bangunannya yang juga sudah tua. [tw/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG