Tautan-tautan Akses

Kuil Mumbai Mobilisasi Emas, Bantu Pemerintah India Pangkas Impor


Pilar-pilar berlapis emas di sebuah kuil Shiva di Somnath, negara bagian Gujarat. (Foto: Dok)

Pilar-pilar berlapis emas di sebuah kuil Shiva di Somnath, negara bagian Gujarat. (Foto: Dok)

Orang-orang India sangat menyukai emas, dan impor tahunan mencapai 1.000 ton, atau seperempat dari defisit perdagangan tahunan.

Sebuah kuil berusia 200 tahun di Mumbai akan mendepositokan sejumlah emas miliknya ke bank, sebagai respon atas kampanye pemerintah untuk memonetisasi sebagian dari ribuan ton emas yang dimiliki swasta dan memangkas impor yang berbiaya mahal.

Para pejabat Kementerian Keuangan dan bank sentral India bertemu Jumat lalau (18/3) untuk membahas modifikasi skema monetisasi tersebut setelah hanya bisa menarik deposito tiga ton emas dalam empat bulan, dari sekitar 20.000 ton yang tersimpan di brankas-brankas keluarga dan kuil.

Orang-orang India sangat menyukai emas, baik sebagai kekayaan maupun hadiah untuk sesama dan dewa, dan selera untuk emas di negara itu hanya disaingi oleh China. Impor tahunan mencapai 1.000 ton, atau seperempat dari defisit perdagangan tahunan.

Puluhan kuil yang makmur telah mengumpulkan miliaran dolar perhiasan emas, emas batangan dan koin emas selama berabad-abad, tersembunyi di lemari besi, sebagian emas kuno dan sebagian lagi modern.

Salah satunya adalah kuil Shree Siddhivinayak yang dipersembahkan untuk dewa berkepala gajah, Ganesha. Pihak kuil ini sedang memeriksa beragam proposal dan akan segera memilih bank untuk mendepositokan 44 kilogram emas dari jumlah total 160 kilogram, menurut seorang pengurus.

Kuil Sri Venkateswara Swamy Temple, kuil Hindu terkaya di dunia yang dikenal dengan Kuil Tirupati, mengatakan akhir tahun lalu bisa mendepositokan lebih dari 5,5 ton di bawah program monetisasi tersebut.

Selain monetisasi, tahun lalu Perdana Menteri Narendra Modi juga meluncurkan program obligasi emas untuk mengurangi permintaan akan emas fisik. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG