Tautan-tautan Akses

Kudeta Militer di Lesotho


Perdana Menteri Lesotho Thomas Thabane di KTT Uni Eropa-Afrika di Brussels, 2 April 2014.

Perdana Menteri Lesotho Thomas Thabane di KTT Uni Eropa-Afrika di Brussels, 2 April 2014.

Tidak jelas siapa yang menguasai kerajaan Lesotho di Afrika Selatan, setelah adanya tuduhan terjadi kudeta militer.

Angkatan darat menyangkal tuduhan telah mengambil alih kekuasaan. Namun, perdana menteri Lesotho, Thomas Thabane, melarikan diri ke Afrika Selatan, negara tetangganya, setelah tentara mengepung tempat kediamannya dan menguasai markas besar polisi.

Perdana Menteri mengatakan kepada VOA, dia menerima laporan intelijen bahwa ia menjadi sasaran usaha pembunuhan militer. Juru bicara militer, Mayor Ntlete Ntoi, mengabaikan tuduhan adanya kudeta militer, dengan mengatakan, angkatan darat hanya menanggapi ancaman segera dari apa yang dia sebut “kaum fanatik” yang para anggotanya terdiri dari angkatan kepolisian yang berusaha mempersenjatai diri.

Para pejabat militer di Lesotho mengatakan tentara telah kembali ke barak mereka dan situasi di negara itu tenang.

Juru bicara pemerintah Afrika Selatan, Clayson Monyela, mengatakan, tidak ada siapapun yang menyatakan memegang pimpinan di Lesotho. Namun, dia mengatakan, tindakan-tindakan militer menunjukkan adanya kudeta.

Pemerintah koalisi Lesotho yang rawan kabarnya telah jatuh beberapa bulan lalu. Negara sangat kecil itu, yang dikelilingi oleh Afrika Selatan, telah berusaha keras untuk mempertahankan kestabilan politik sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris dalam tahun 1966.

XS
SM
MD
LG