Tautan-tautan Akses

Kucing Kuning Jadi Maskot Olimpiade Rio 2016


Maskot untuk Olimpiade Rio 2016 (kiri) dan Olimpiade Paralimpik dalam peluncuran perdana di sekolah negeri Santa Teresa di Rio de Janeiro, Brazil (24/11). (AP/Felipe Dana)

Maskot untuk Olimpiade Rio 2016 (kiri) dan Olimpiade Paralimpik dalam peluncuran perdana di sekolah negeri Santa Teresa di Rio de Janeiro, Brazil (24/11). (AP/Felipe Dana)

Maskot kucing mewakili kehidupan satwa di Brazil, sementara maskot untuk Paralimpik yaitu boneka berambut daun, mewakili keberagaman flora yang luas di Brazil.

Sosok seperti kucing berwarna kuning terang, yang juga menggabungkan elemen-elemen monyet dan burung, adalah maskot untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Maskot dengan wajah tersenyum itu mewakili kehidupan satwa di Brazil. Sementara itu maskot untuk Paralimpik adalah boneka berambut daun, dimaksudkan untuk mewakili keberagaman flora yang luas di Brazil.

Maskot-maskot tersebut tampil perdana di sebuah sekolah di daerah Santa Teresa, yang merupakan gabungan dari rumah kumuh dan tempat tinggal miliuner. Sekolah itu diberi nama mantan presiden Komite Olimpiade Juan Antonio Samaranch.

Jajak pendapat publik akan diadakan untuk memilih nama maskot keduanya dari serangkaian kemungkinan: Oba, Tiba Tuque dan Vinicius. Pilihan-pilihan untuk maskot Paralimpik adalah Eba, Esquindim dan Tom. Mereka harus dipilih secara berpasangan: Oba dan Eba, Tiba Tuque dan Esquindim, serta Vinicius dan Tom.

Nama-nama itu dapat dipilih di laman dan Twitter komite penyelenggara. Nama-nama pemenang akan diumumkan 14 Desember.

Maskot-maskot seperti itu merupakan bisnis besar. Penyelenggara berharap cenderamata Olimpiade, sebagian besar membawa logo maskot, akan menanggung penjualan sekitar US$400 juta. Komite penyelenggara akan menerima sekitar 15-20 persen dari penjualan cenderamata bermerk, dan sisanya untuk produsen dan penjual berizin. (AP)

XS
SM
MD
LG