Tautan-tautan Akses

Kuburan Masal Tentara Irak Digali di Tikrit


Dalam gambar yang diambil dari video ini, tentara milisi Syiah berdiri di dekat sebuah kuburan masal yang diyakini berisi jenazah-jenazah tentara Irak yang dibunuh ISIS saat mereka menyerbu pangkalan militer Kamp Speicher, Juni tahun lalu.
Dalam gambar yang diambil dari video ini, tentara milisi Syiah berdiri di dekat sebuah kuburan masal yang diyakini berisi jenazah-jenazah tentara Irak yang dibunuh ISIS saat mereka menyerbu pangkalan militer Kamp Speicher, Juni tahun lalu.

Tim forensik Irak di kota Tikrit yang baru direbut kembali mulai mengangkat para jenazah dari kuburan-kuburan masal yang diyakini berisikan ratusan tentara yang dibunuh oleh militan ISIS tahun lalu, menurut seorang juru bicara pemerintah, Selasa (7/4).

Kamil Amin dari Kementerian HAM Irak mengatakan penggalian dimulai Senin di delapan lokasi di dalam kompleks istana kepresidenan di Tikrit, di mana sebagian besar pembantaian saat itu terjadi.

Militan dari kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menguasai kota asal Saddam Hussein sejak Juni, menangkap sekitar 1.700 tentara saat mereka mencoba melarikan diri dari Kamp Speicher, sebuah pangkalan udara yang sebelumnya digunakan oleh pasukan AS di luar kota Tikrit.

Jatuhnya Tikrit merupakan bagian serangan ISIS yang mengejutkan pasukan keamanan Irak tahun lalu, sebelum ISIS kemudian mengambil alih kota-kota lain di sebelah utara dan barat.

Kemudian, ISIS memasang gambar-gambar online yang menunjukkan pria-pria bersenjata mengangkut tentara-tentara Irak yang ditangkap ke dalam truk-truk, kemudian memaksa mereka untuk berbaring tertelungkup di parit, dengan lengan terikat di punggung mereka, untuk kemudian ditembak satu per satu.

Video-video lain menunjukkan pria-pria bersenjata membawa para tentara ke tepian sungai yang berlumuran darah di dalam kompleks istana kepresidenan di Tikrit, menembak mereka di kepala lalu membuang jenazah mereka ke dalam Sungai Tigris.

Setelah pertempuran yang berlangsung beberapa pekan, pasukan Irak dan sekutunya milisi Syiah berhasil merebut kembali Tikrit dari ISIS. Kemenangan mereka dibantu oleh serangan udara koalisi yang dipimpin oleh AS, yang sebelumnya tidak menjadi bagian dari operasi ini.

Amin mengatakan kepada Associated Press setidaknya 12 jenazah digali, Senin. Tes laboratorium akan dilaksanakan untuk mencocokkan sampel dari jenazah dengan DNA yang telah diambil dari sebagian besar keluarga korban.

Televisi pemerintah Irak memperlihatkan tim-tim forensik menggali sebuah area yang terbuka, disaksikan oleh keluarga korban. Jenazah-jenazah diberi tanda sementara tentara-tentara dan keluarga korban menyalakan lilin dan meletakkan bunga di atas jenazah-jenazah yang diselimuti. Sebuah klip menunjukkan tengkorak yang masih mengenakan sepatu boot tempur.

"Pekerjaan ini masih berlanjut dan kami berharap untuk menemukan lebih banyak lagi kuburan masal di berbagai daerah," kata Amin. "Kami berharap menemukan jenazah dalam jumlah besar."

Dalam aksi mereka tahun lalu, ekstremis ISIS juga melakukan pembunuhan masal di berbagai daerah lain.

Salah satu pembunuhan masal lainnya berlangsung di luar kota Mosul, kota terbesar kedua di Irak, di mana mereka memaksa 600 terpidana Syiah dari penjara Badoosh untuk berlutut di tepi sebuah jurang dan menembak mereka dengan senjata otomatis.

Di provinsi Anbar, para militan menembak puluhan pejuang Sunni pro-pemerintah di tempat-tempat umum setelah menaklukkan kota-kota mereka.

Serangan ISIS merupakan krisis terburuk sejak penarikan mundur pasukan militer AS dari Irak. Militan ISIS juga menargetkan kelompok-kelompok suku asli, kelompok agama minoritas, termasuk pemeluk Kristen dan kaum Yazidi, memaksa puluhan ribu di antara mereka mengungsi.

ISIS kini mengontrol perbatasan Irak dengan Suriah dan sebagian besar daerah di sekitar perbatasan.

Di awal bulan Agustus tahun lalu, Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terhadap kelompok militan tersebut di Irak, dalam upaya membantu pasukan Irak mengatasi ancaman ISIS, yang sekarang masih menguasai provinsi Ninevah di utara dan sebagian besar provinsi Anbar di bagian barat Irak, selain juga beberapa daerah sebelah utara Baghdad, dan wilayah yang luas di negara tetangga, Suriah.

XS
SM
MD
LG