Tautan-tautan Akses

Kuba Kecam Sanksi AS terhadap Venezuela


Presiden Kuba Raul Castro (foto: dok). Pemerintah Kuba mengecam keras sanksi AS atas Venezuela.

Presiden Kuba Raul Castro (foto: dok). Pemerintah Kuba mengecam keras sanksi AS atas Venezuela.

Sanksi-sanksi baru pemerintah Amerika terhadap Venezuela menimbulkan kecaman dari Kuba hari Selasa (10/3).

Kecaman Havana atas sanksi AS terhadap Venezuela ini merupakan perselisihan terbuka pertama antara Amerika dan Kuba sejak kedua negara mengumumkan pada Desember lalu, bahwa mereka akan memulai pembicaraan untuk memulihkan hubungan diplomatik.

Dalam pernyataan resmi yang dilansir surat kabar pemerintah Granma, Kuba menyebut perintah eksekutif Presiden Obama “sewenang-wenang dan agresif.”

Perintah yang diumumkan hari Senin (9/3) itu menarget tujuh pejabat senior Venezuela yang disebut Amerika Serikat melanggar hak asasi dan terlibat dalam tindak korupsi. Mereka antara lain adalah kepala dinas intelijen Venezuela dan direktur kepolisian nasional negara tersebut.

Dalam pernyataan hari Selasa (10/3), pemerintah Kuba menegaskan kembali dukungan tanpa syaratnya bagi Venezuela. Kedua negara ini telah lama menjadi sekutu terdekat satu sama lain.

Pernyataan itu mengritik penetapan Venezuela oleh Presiden Obama sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika, dengan mengatakan, “tak seorang pun punya hak untuk mencampuri urusan dalam negeri suatu negara berdaulat atau untuk menyatakan, tanpa dasar, suatu negara sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.”

Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga mengecam perintah eksekutif tersebut, dengan menyatakannya sebagai “tidak adil” dan “berbahaya.”

XS
SM
MD
LG