Tautan-tautan Akses

KTT Iklim PBB Berakhir Tanpa Persetujuan Mengikat


Presiden Barack Obama saat menyampaikan sambutannya dalam KTT Perubahan Iklim di markas besar PBB, New York (23/9).

Presiden Barack Obama saat menyampaikan sambutannya dalam KTT Perubahan Iklim di markas besar PBB, New York (23/9).

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut perubahan iklim hal yang menentukan zaman ini, dan mengatakan tanggapan hari ini akan menentukan masa depan.

Pertemuan puncak Iklim PBB sepanjang hari Selasa (23/9) telah berakhir, dengan janji sumbangan ratusan milyar dolar dari negara-negara anggota untuk melawan pemanasan global, tetapi tidak ada persetujuan yang mengikat.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut perubahan iklim hal yang menentukan zaman ini, dan mengatakan tanggapan hari ini akan menentukan masa depan.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan dalam pertemuan puncak itu bahwa sebagai pencemar lingkungan nomor dua terbesar di dunia di belakang China, Amerika Serikat menerima tanggung jawab atas perannya dalam pengrusakan lingkungan planet ini. Tetapi, ia mengatakan semua negara harus bertindak bersama-sama.

Utusan China Zhang Gaol mengatakan negaranya menganggap penanggulangan perubahan iklim sangat penting, termasuk pengurangan emisi karbon, pelestarian energi dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.

Para delegasi berjanji untuk berusaha menghentikan penghancuran hutan, perbaikan produksi pangan dan menggalakkan penggunaan kendaraan listrik dan bukan mobil bertenaga bensin.

Tetapi, tidak ada janji-janji tersebut mengikat sementara negara-negara menunggu persetujuan global terakhir untuk mengekang emisi dalam konferensi Paris tahun depan.

XS
SM
MD
LG