Tautan-tautan Akses

KTT ASEAN akan Bahas Sengketa Wilayah dan Perdagangan Bebas


Suasana penyelenggaraan KTT ASEAN ke -23 di Bandar Seri Begawan, Brunei (9/10).

Suasana penyelenggaraan KTT ASEAN ke -23 di Bandar Seri Begawan, Brunei (9/10).

Sengketa wilayah di Laut Cina Selatan dan penciptaan wilayah perdagangan bebas di kawasan itu diperkirakan akan menjadi agenda penting dalam pertemuan dua hari para pemimpin ASEAN di Brunei.

KTT tahunan ASEAN dimulai hari Rabu (9/10) di sebuah pusat konvensi di Brunei. Pembicaraan itu juga akan melibatkan pemimpin dari Amerika, China, Korea Selatan, Jepang dan negara lainnya.

Banyak pemimpin pada KTT ASEAN langsung menuju Brunei dari KTT APEC yang mengadakan pertemuan tahunan selama dua hari di Bali minggu ini.

Salah satu tujuan utama KTT ASEAN itu adalah untuk memajukan pembicaraan mengenai wilayah perdagangan bebas yang diusulkan mencakup seluruh kawasan Asia Tenggara, yang dihuni oleh lebih dari 600 juta orang. ASEAN berharap untuk menciptakan wilayah pasar bersama selambat-lambatnya tahun 2015.

Hal Hill, seorang profesor ekonomi Asia Tenggara di Universitas Nasional Australia, mengatakan kepada VOA bahwa berbagai jenis ekonomi yang diwakili dalam ASEAN akan menimbulkan tantangan bagi penciptaan wilayah perdagangan bebas demikian.

Presiden Amerika Barack Obama terpaksa membatalkan kunjungannya ke kedua KTT tersebut karena persengketaan politik di Amerika yang telah menyebabkan penutupan parsial kegiatan pemerintah. Ia digantikan oleh Menteri Luar Negeri John Kerry.

Kerry diperkirakan akan mendesak ASEAN dan China agar menyelesaikan sengketa maritim di Laut Cina Selatan. Empat negara anggota ASEAN, termasuk tuan rumah KTT tahun ini, Brunei, bersaing dengan China mengklaim daerah yang kaya energi itu.
XS
SM
MD
LG