Tautan-tautan Akses

Krisis Politik, Ekonomi Turunkan Produksi Minyak Venezuela


Fasilitas pompa minyak Venezuela di Lagunillas, Ciudad Ojeda (foto: dok). Produksi minyak Venezuela turun drastis akibat krisis politik dan ekonomi.

Fasilitas pompa minyak Venezuela di Lagunillas, Ciudad Ojeda (foto: dok). Produksi minyak Venezuela turun drastis akibat krisis politik dan ekonomi.

Laporan yang dilansir Universitas Columbia Selasa (16/8) mengatakan bahwa Venezuela, eksportir minyak dunia, akan sangat merosot pangsanya di pasar dunia tahun depan karena krisis parah politik dan ekonomi mengimbas produksi minyak mentahnya.

Tren yang mengimbas produksi minyak mentah Venezuela merupakan risiko paling penting yang dihadapi pasar minyak, kata Luisa Palacios, direktur pelaksana Medley Global Advisors dan fellow Pusat Universitas Columbia mengenai Kebijakan Energi Global.

Kelebihan suplai global antara 1 dan 2 juta barel per hari sejak 2004 telah mengakibatkan kemerosotan harga paling parah dalam satu generasi. Harga tetap bertahan [ada tingkat 45 dolar per barel meskipun pasar telah mulai bangkit karena beberapa negara pengekspor mengurangi pengiriman minyak.

Produksi minyak mentah Venezuela turun pada bulan Juni menjadi 2,36 juta barel per hari, tingkat bulanan terendah bulanan sejak pemogokan tahun 2002-2003, menurut angka resmi yang dilaporkan ke OPEC. Pada tahun 2008, Venezuela telah menghasilkan lebih dari 3,2 juta barel per hari.

Kementerian Perminyakan pekan lalu mengatakan produksi kembali naik bulan Juli. Tapi statistik menunjukkan, ekspor minyak mentah jumlah anjungan yang produktif Venezuela terus turun bulan lalu. Para pakar mengatakan, jika hal ini berlanjut Venezuela akan mengalami penurunan produksi minyak paling parah dalam 14 tahun.

Laporan Universitas Columbia menyebut buruknya respons Venezuela terhadap rendahnya harga minyak mentah, jika dibandingkan dengan negara-negara pengekspor minyak lainnya.

"Cara negara ini menyesuaikan diri dengan merosotnya harga minyak mengakibatkan perekonomian, masyarakat, dan industri minyak berada dalam kondisi yang jauh lebih buruk dibandingkan pesaingnya di pasar minyak, di mana kumpulan sumber daya yang bisa diinvestasikan telah menyusut ," kata Palacios dalam laporannya.

Pemerintahan dan lembaga-lembaga yang lemah membuat semua cara yang mungkin tidak dapat digunakan untuk melakukan perubahan kebijakan ekonomi dan politik, tambah Palacios.

Sejauh ini, Dewan Pemilihan Nasional Venezuela telah mengisyaratkan bahwa pemungutan suara untuk menurunkan presiden Maduro dari jabatan mungkin baru akan dilaksanakan tahun depan. Maduro bergulat dengan masalah inflasi yang melejit dan kelangkaan pangan. [ps/ds]

XS
SM
MD
LG