Tautan-tautan Akses

Krisis Meningkat, 4.500 Pengungsi Diselamatkan di Laut Tengah


Para migran di perahu karet kecil meninggalkan Bodrum, Turki, berharap bisa menyeberangi Laut Tengah untuk tiba di pulau Yunani, Kos.

Para migran di perahu karet kecil meninggalkan Bodrum, Turki, berharap bisa menyeberangi Laut Tengah untuk tiba di pulau Yunani, Kos.

Garda Pantai Italia menyatakan lebih dari 4.500 orang diselamatkan hari Sabtu (19/9) di lepas pantai Libya, sementara laut yang tenang memicu semakin banyak migran yang berupaya mencapai daratan Eropa dengan kapal-kapal dan tongkang yang penuh sesak.

Garda Pantai menyatakan mengkoordinasi 20 operasi penyelamatan, dan bahwa mayat seorang perempuan ditemukan di sebuah perahu karet. Para petugas penyelamat Yunani serta kapal-kapal dari Jerman, Kroasia dan Inggris juga terlibat dalam penyelamatan, bersama dengan personel dari LSM Dokter Tanpa Tapal Batas.

“Penyelamatan pertama kami mulai sebelum fajar pagi ini. Kami menyelamatkan dua kapal kayu dan dua perahu karet,” kata koordinator kesehatan darurat Simon Burroughs kepada kantor berita Perancis. Ia mengatakan mereka yang diselamatkan antara lain adalah warga Eritrea, Nigeria, Somalia, Libya, Suriah dan Afrika Barat.

Gelombang migran hari Sabtu itu datang setelah cuaca buruk selama hampir sepekan memperlambat arus kedatangan pengungsi lewat laut. Mereka juga datang sementara para pemimpin Eropa masih terus bersusah payah menangani perpindahan manusia terbesar di benua itu sejak Perang Dunia II.

Di tempat lain, Austria hari Sabtu bersiap menghadapi kedatangan hingga 10 ribu migran lagi, setelah pihak berwenang Hungaria pada Jumat malam mengubah taktik dan mulai mengangkut ribuan migran ke perbatasan Austria. [uh]

XS
SM
MD
LG