Tautan-tautan Akses

Krisis Ekonomi dan Politik Mendalam di Venezuela


Unjuk rasa menentang pemerintah Presiden Nicolas Maduro. Caracas, Venezuela. (AP Photo/Ariana Cubillos)

Unjuk rasa menentang pemerintah Presiden Nicolas Maduro. Caracas, Venezuela. (AP Photo/Ariana Cubillos)

Penutupan pabrik-pabrik di Venezuela dituduh sebagai usaha untuk menyabot negara oleh Presiden Nicolas Maduro. Pemerintah mengancam akan menyita pabrik-pabrik itu.

Krisis ekonomi dan politik di Venezuela mendalam hari Sabtu ketika Presiden Nicolas Maduro mengancam akan menyita pabrik-pabrik yang ditutup dan menangkap para pemiliknya, yang katanya “berusaha menyabot negara.”

Maduro mengatakan demikian kepada para pendukung dalam rapat umum di Caracas sementara negara itu mengalami kesulitan menanggulangi kekurangan pangan, laju inflasi yang tinggi dan kerusuhan, dan hanya sehari setelah ia memperpanjang keadaan darurat dan menuduh Amerika Serikat berusaha menggoyahkan negara itu.

“Teman-teman seperjuangan, saya sudah siap menyerahkan kepada kekuatan komune pabrik-pabrik yang telah dihentikan oleh para pemimpin konservatif di negara ini. Pabrik yang dihentikan adalah pabrik yang diserahkan kepada rakyat,” katanya, “kita akan melakukannya. Waktunya sudah tiba untuk melakukannya dan meradikalisasi revolusi.”

Maduro mengatakan bahwa setiap pemilik pabrik yang menghentikan produksi di pabrik mereka sebaiknya meninggalkan negara ini, kalau tidak, akan diborgol dan dimasukkan ke penjara.”

Dekrit yang dikeluarkan hari Jumat oleh Maduro juga mengharuskan latihan militer untuk melawan “agresi asing” yang katanya telah mengakibatkan krisis keuangan yang sekarang ini di negara itu.

“Sabtu depan, saya telah memerintahkan latihan militer nasional . . . untuk menyiapkan kita bagi setiap kemungkinan,” kata Maduro kepada para pendukungnya dalam rapat umum itu. [gp]

XS
SM
MD
LG