Tautan-tautan Akses

Kremlin: Putin Tak akan Bertemu Erdogan di Paris


Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov (foto: dok).

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov (foto: dok).

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan hari Senin (30/11) negaranya tidak akan meminta maaf atas penembakan jatuh pesawat tempur Rusia pekan lalu di perbatasan Turki-Suriah.

Ia mengatakan kepada para wartawan setelah pertemuan dengan pimpinan NATO Jens Stoltenberg di Brussel bahwa pasukan Turki melakukan “tugas” mereka untuk melindungi wilayah udara negara itu. Davutoglu juga mengatakan ia berharap Rusia akan mempertimbangkan kembali sanksi ekonomi yang diumumkan Presiden Vladimir Putin sebagai tanggapan atas insiden itu.

Sanksi-sanksi itu akan membatasi impor Rusia atas sebagian produk Turki, melarang perpanjangan kontrak kerja warga Turki di Rusia yang berdampak terhadap operasi perusahaan Turki di Rusia.

Pemerintah Rusia mengumumkan hari Senin bahwa larangan impor buah-buahan dan sayur-mayur dari Turki akan mulai berlaku dalam beberapa pekan mendatang.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin tidak akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris. Presiden Turki mengatakan hari Jumat ia berharap akan bertemu tatap-muka dengan Presiden Rusia di sela-sela pertemuan puncak itu.

Pesawat tempur Rusia tersebut jatuh ke daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah utara Selasa lalu. Turki dan Rusia tidak sependapat mengenai lintasan penerbangannya, dimana Turki mengatakan pesawat itu melanggar wilayah udara negara itu dan Rusia berkeras pesawatnya tidak pernah keluar dari Suriah.

Jenazah salah seorang pilot pesawat Rusia itu diterbangkan dari Ankara ke Rusia hari Senin. Pasukan Rusia dan Suriah menolong pilot kedua, sementara seorang tentara Rusia lainnya tewas dalam usaha pertolongan.

Hari Senin, militer Rusia mengatakan pesawat pembom Su-34 telah terbang untuk pertama kalinya dalam misi di Suriah dengan bersenjatakan bukan hanya bom, tetapi juga misil udara-ke-udara “untuk perlindungan.” [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG