Tautan-tautan Akses

Korea Utara Keluarkan Ancaman Militer Terhadap Korea Selatan


Tentara Korea Utara meneriakkan slogan di hadapan potret mendiang Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang, Korea Utara (20/4). Korut tersinggung 'pamer kemampuan rudal' Korsel dan ucapan Presiden Lee Myung-bak pekan lalu.

Tentara Korea Utara meneriakkan slogan di hadapan potret mendiang Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang, Korea Utara (20/4). Korut tersinggung 'pamer kemampuan rudal' Korsel dan ucapan Presiden Lee Myung-bak pekan lalu.

Korea Utara telah mempertajam perang kata-katanya terhadap Korea Selatan atas apa yang dianggapnya sebagai penghinaan oleh Seoul. Pyongyang mengancam untuk mewujudkan retorika yang semakin panas itu menjadi tindakan.

Stasiun televisi sentral Korea Utara menghentikan acaranya sesaat untuk menyiarkan pengumuman yang tidak biasa dari unit komando tertinggi militer. Dikatakan militer akan mengambil 'tindakan khusus' yang akan menghancurkan pemerintahan Presiden Lee Myung-bak dan pendukungnya menjadi abu dalam hitungan menit, dengan menggunakan 'cara dan metode tidak biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya.'

Sebagian pengamat di Korea Selatan mengatakan bahasa yang tidak biasa itu mungkin menunjukkan bahwa Pyongyang sedang merencanakan serangan cyber atau serangan terhadap sasaran yang tidak terduga dan tidak biasa atas Korea Selatan atau terhadap sasaran-sasaran Korea Selatan di luar negeri.

Para pemimpin Pyongyang menyalahkan pemimpin Korea Selatan karena telah menghina Korea Utara ketika negara itu sedang berkabung mengenang bekas pemimpinnya, Kim Jong Il, yang meninggal bulan Desember, dan ketika Korea Selatan tidak menghormati perayaan ulang tahun ke-100 Kim Il Sung, pendiri Korea Utara dan ayah Kim Jong Il dengan pengumuman kepemilikan rudal penjelajah Seoul yang mampu mengenai sasaran dimanapun di Korea Utara.

Di Washington hari Senin, para pejabat Amerika mengatakan Korea Utara perlu memahami bahwa ancaman itu tidak akan membantu meringankan isolasi terhadap Pyongyang atau memberi makan rakyatnya. Juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mendesak pemimpin Korea Utara untuk mengubah arah dan berusaha menggerakkan negaranya menuju dunia modern, abad 21.
XS
SM
MD
LG