Tautan-tautan Akses

Korut Setujui Pembukaan Biro Associated Press di Pyongyang

  • Steve Herman

Profesor di Seoul mengkhawatirkan timbulnya pertentangan antara Associated Press dan pemerintah Korut yang tertutup (foto: dok).

Profesor di Seoul mengkhawatirkan timbulnya pertentangan antara Associated Press dan pemerintah Korut yang tertutup (foto: dok).

Muncul pertanyaan, apakah kantor berita Barat dengan standar jurnalistik yang keras, akan dapat berjalan dengan efektif di salah satu masyarakat yang paling tertutup dan tertindas?

Kantor Berita Associated Press mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya membuka biro pemberitaan penuh di Korea Utara. Tetapi ada persoalan mengenai apakah kantor berita Barat, dengan standar jurnalistik yang keras, akan dapat berjalan dengan efektif di salah satu masyarakat yang paling tertutup dan tertindas.

Diperlukan waktu hampir setahun bagi Associated Press dan Pemerintah Korea Utara untuk mencapai persetujuan bagi pembukaan biro pemberitaan penuh di ibukota Korea Utara, Pyongyang.

Upacara pembukaan yang diadakan hari Senin di kantor berita pemerintah Korea Utara, di mana Associated Press berkantor .

Associated Press mengatakan biro pemberitaan itu akasn terdiri dari seorang wartawan dan seorang juru potret, keduanya warga Korea Utara, di bawah pengawasan dua orang Amerika yang akan sering datang ke Pyongyang.

Kepala kantor Berita Pusat Korea, Kim Pyong Ho dikutip dalam upacara itu mengatakan, Associated Press telah berjanji akan melaporkan tentang Korea Utara dengan adil, berimbang dan akurat.

Kim Pyong Ho juga mengemukakan, Associated Press telah mendapat izin untuk memperluas operasinya di negara itu meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara Korea Utara dan Amerika, di mana kantor berita yang berusia 165 tahun itu berpusat.

Redaktur eksekutif Kathleen Carroll, berbicara dari Pyongyang, mengatakan, Associated Press di Korea Utara akan patuh pada patokan-patokan dan praktek-praktek seperti yang dilakukannya di semua bironya di seluruh dunia.

Carroll mengatakan, "Tidak ada pemerintah yang kami beritakan yang kadang-kadang tidak suka membaca berita atau melihat gambar atau video dan mempunyai pendapat lain mengenai hal itu. Kami selalu membicarakan hal-hal seperti itu dan saya rasa, tidak akan berbeda di sini apabila ada peristiwa-peristiwa yang terjadi."

Tetapi, Profesor B.J. Lee di Sekolah Internasional Universitas Perempuan Sookmyung di Seoul mengatakan, pertentangan antara Associated Press dan pemerintah reklusif Pyongyang bisa menimbulkan persoalan.

"Associated Press mewakili jurnalisme khas Barat yang obyektif. Mereka ingin memperoleh informasi sebanyak mungkin dari pemerintah Korea Utara. Tetapi, Pemerintah Korea Utara mempunyai banyak yang disembunyikan. Akan ada pertentangan antara Associated Press dan pimpinan Korea Utara, terutama mengenai peralihan kekuasaan dari Kim Jong Il kepada Kim Jong Un," ujar Lee.

Peresmian biro tersebut dilakukan sebulan setelah pemimpin Korea Utara meninggal. Putera nomor tiga Kim Jong Il, yang berusia akhir dua puluhan, dianggap sebagai penggantinya, dalam usaha mewariskan kekuasaan kepada generasi ketiga keluarga itu di Korea Utara.

XS
SM
MD
LG