Tautan-tautan Akses

Korea Utara Ancam Lancarkan Serangan Nuklir

  • Steve Herman

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (foto: Dok) Dalam beberapa hari terakhir ini Korea Utara melancarkan lagi perang kata-kata.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (foto: Dok) Dalam beberapa hari terakhir ini Korea Utara melancarkan lagi perang kata-kata.

Untuk pertama kalinya, Pyongyang mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap kubu-kubu pertahanan musuh untuk melindungi kepentingan Korea Utara.

Ancaman yang disampaikan Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Korea Utara itu dimuat kantor berita negara itu dan disiarkan hari Kamis.

Juru bicara itu mengatakan, karena Amerika akan memicu perang nuklir, angkatan bersenjata Korea Utara akan melakukan haknya untuk melancarkan serangan nuklir terhadap kubu-kubu pertahanan penyusup untuk melindungi kepentingan utama Korea Utara.

Awal minggu ini, seorang jenderal bintang empat muncul di televisi untuk mengumumkan Korea Utara, hari Senin depan, membatalkan gencatan senjata tahun 1953 yang menghentikan perang saudara Korea yang membinasakan yang berlangsung tiga tahun.

Korea Utara tidak menutupi kegeramannya pada sanksi-sanksi baru Dewan Keamanan PBB terhadap pihaknya. Korea Utara juga menyampaikan dengan tegas ketidaksenangannya dengan latihan militer yang sedang berlangsung antara pasukan Amerika dan Korea Selatan.

Korea Utara mengklaim, latihan gabungan itu sebagai dalih Amerika melakukan serangan nuklir.

Panglima pasukan Amerika di Korea Selatan, Jenderal James Thurman, mengeluarkan pernyataan khawatir dengan ancaman Korea Utara yang membatalkan perjanjian gencatan senjata itu. Ia mengatakan bahwa sebagai pimpinan komando PBB di semenanjung itu, ia “bertanggung jawab untuk menegakkan sepenuhnya ketentuan-ketentuan gencatan senjata itu”.

Dokumen gencatan senjata itu ditandatangani oleh komandan-komandan militer Tiongkok dan Korea Utara di satu pihak, dan komando PBB pimpinan Amerika atas nama masyarakat internasional. Korea Selatan tidak menandatangani perjanjian itu.

Kedua Korea sejak itu terpecah. Tidak pernah dibuat perjanjian damai, sehingga Korea Utara dan Selatan tidak pernah mempunyai hubungan diplomatik.
XS
SM
MD
LG