Tautan-tautan Akses

Korsel Uji Air dan Udara pasca Uji Coba Nuklir Korut


Pejabat Korea Selatan menunjukkan gelombang seismik dari gempa di Korea Utara yang diperkirakan disebabkan oleh uji coba nuklir terbaru oleh Pyongyang, Jumat (9/9).

Pejabat Korea Selatan menunjukkan gelombang seismik dari gempa di Korea Utara yang diperkirakan disebabkan oleh uji coba nuklir terbaru oleh Pyongyang, Jumat (9/9).

Tim investigasi Korea Selatan dan AS akan mengumpulkan sampel udara dan air untuk menguji bahan-bahan radioaktif seperti xenon, setelah uji coba nuklir terbaru oleh Korea Utara.

Korea Selatan dan Amerika hari Sabtu (10/9) mulai mencari bahan-bahan radioaktif, setelah Korea Utara melakukan uji nuklir kelima dan terbesar sehari sebelumnya, menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Tim investigasi akan mengumpulkan sampel udara dan air untuk menguji bahan radioaktif seperti xenon, seperti dilaporan kantor berita Yonhap.

Korea Selatan hari Sabtu mengatakan kemampuan Korea Utara telah berkembang pesat, memicu kekhawatiran dari para pemimpin dunia atas uji coba nuklir terbaru itu.

"Diyakini kemampuan nuklir Korea Utara menjadi ke tingkat yang lebih maju, dan dengan kecepatan yang lebih cepat," kata Menteri Luar Negeri Korsel Yun Byung-Se kepada para pejabat senior kementerian dalam pertemuan hari Sabtu, ia menyerukan "sanksi yang lebih kuat" .

China juga menyatakan tentangan atas uji coba nuklir Korea Utara tersebut, dengan mengatakan bahwa langkah Korut itu "tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea."

"China mendesak Korea Utara untuk tidak melakukan tindakan apapun lagi yang bisa memperburuk ketegangan, dan segera mungkin kembali ke jalur tepat, yakni denuklirisasi," kata Wakil Menteri Luar Negeri Zhang Yesui kepada duta besar Korea Utara untuk China.

Ini adalah uji coba nuklir Korea Utara terbaru dan kemungkinan yang terkuat yang pernah terjadi selagi Presiden AS Barack Obama kembali ke Washington DC dari perjalanannya ke Asia. Obama hari Jumat mengecam uji coba tersebut.

Dewan Keamanan PBB Jumat sore melakukan pertemuan tertutup di New York. Presiden dewan, Duta Besar Selandia Baru Gerard van Bohemen, mengatakan kepada wartawan bahwa 15 anggota Dewan Keamanan PBB sangat mengutuk uji coba nuklir bawah tanah itu dan sepakat untuk "segera melakukan langkah-langkah yang tepat".

Ledakan hari Jumat (9/9) adalah uji coba nuklir kelima Korea Utara dan diperkirakan berkekuatan 10 kiloton, mengakibatkan gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter dalam pemantauan Amerika.

Perundingan enam pihak tahun 2009 merupakan pembicaraan serius terakhir dengan Korea Utara terkait denuklirisasi. [zb]

XS
SM
MD
LG