Tautan-tautan Akses

Korsel Tolak Tawaran Korut untuk Bertemu


Warga di Seoul dengan membawa poster utusan AS Stephen Bosworth melakukan protes soal kebijakan terhadap Pyongyang, 5 Januari 2011.

Warga di Seoul dengan membawa poster utusan AS Stephen Bosworth melakukan protes soal kebijakan terhadap Pyongyang, 5 Januari 2011.

Tawaran itu muncul dalam media resmi Korea Utara hari Rabu, tawaran paling ramah sejak terjadinya konflik di pulau Yeonpyeong 23 November.

Korea Selatan telah menolak tawaran baru dari Korea Utara untuk mengadakan pembicaraan tanpa syarat. Korea Selatan menganggapnya tidak sungguh-sungguh dan menyatakan lagi tuntutan agar Pyongyang mendukung kata-katanya dengan tindakan.

Tetapi, usaha menyelesaikan kriris tersebut terus dilakukan hari Kamis di Beijing, di mana diplomat Amerika Stephen Bosworth bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Zhang Zhijun dan utusan Tiongkok untuk pembicaraan 6 negara, Wu Dawei. Menteri Luar Negeri Tiongkok Yang Jiechi juga membicarakan hal itu di Washington dengan Menteri Luar negeri Amerika Hillary Clinton.

Tawaran Korea Utara muncul dalam media resmi negara itu hari Rabu, dengan menggunakan kata-kata yang paling ramah sejak Korea Utara menembaki dengan artileri sebuah pulau Korea Selatan tanggal 23 November. Utara mengatakan mereka dengan hormat mengusulkan perundingan yang membahas berbagai masalah dan Korea Utara bersedia bertemu dengan siapapun, kapanpun, di manapun.”

Tetapi, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan hari Kamis bahwa Utara telah menggunakan pernyataan serupa untuk tujuan propaganda di masa lampau, dan bahwa tawaran itu bahkan tidak diajukan dalam format yang wajar. Seorang jurubicara mengatakan Utara harus mematuhi janjinya untuk menghapuskan senjata nuklirnya tahun 2005.

XS
SM
MD
LG