Tautan-tautan Akses

Korsel, AS, Teruskan Rencana Pertahanan Misil THAAD 


Rencana pertahanan misil AS, THAAD atau 'Terminal High Altitude Area Defense' yang kemungkinan akan dipasang di Korea Selatan (foto: dok).

Rencana pertahanan misil AS, THAAD atau 'Terminal High Altitude Area Defense' yang kemungkinan akan dipasang di Korea Selatan (foto: dok).

Washington dan Seoul terus dengan rencana memasang sistem pertahanan rudal THAAD Amerika yang kontroversial di semenanjung Korea, di tengah meningkatnya protes dan perdebatan mengenai manfaat senjata penangkal tambahan ini.

Wakil Menteri Korea Selatan untuk Kebijakan Pertahanan Nasional, Ryu Je Seung hari Rabu (13/7) mengumumkan bahwa sebuah situs dekat daerah tenggara Seongju telah dipilih untuk pemangkalan Terminal High Altitude Area Defense atau sistem pertahanan THAAD.

"Kalau kita mengoperasikan sistem THAAD di Seongju, kemampuan kita mengamankan penduduk kita yang berada dalam satu setengah sampai dua pertiga dari seluruh negara terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara bakal lebih besar, sementara secara dramatis meningkatkan kapasitas untuk mempertahankan fasilitas kunci negara seperti pembangkit listrik tenaga nuklir dan instalasi penyulingan minyak, serta kemampuan dan kesiapan untuk mengamankan kekuatan militer aliansi Korea Selatan dan Amerika,” kata Ryu.

Dia juga mengatakan lokasi sistem senjata THAAD akan melindungi fasilitas nasional yang penting seperti pembangkit listrik tenaga nuklir dan memperkuat kemampuan militer aliansi Korea Selatan dan Amerika.

Spekulasi bahwa THAAD kemungkinan akan dipangkalkan di wilayah itu telah menimbulkan protes dari kelompok-kelompok yang prihatin bahwa instalasi militer bisa membahayakan komunitas mereka.

Lebih dari 5.000 orang berdemonstrasi di Seongju hari Rabu. Kurang lebih 3.000 penduduk di dekat daerah Chilgok berdemonstrasi menentang THAAD, sebelumnya hari Sabtu (9/7).

Beberapa kelompok dan organisasi juga menurut berita berencana mengajukan petisi untuk membatalkan keputusan militer itu dengan alasan bahwa dampak lingkungan dan ekonomi dari kemungkinan pemangkalan misil tersebut belum dikaji dengan seksama.

Ketika mengumumkan rencana pertahanan misil hari Rabu, Wakil Menteri Pertahanan Ryu mengatakan kajian telah menunjukkan bahwa THAAD tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan di wilayah itu dan bahwa keselamatan warga tidak akan terancam bahaya apapun. [sp/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG