Tautan-tautan Akses

Korea Utara Tolak Turis Asing karena Takut Ebola


Sebuah perahu wisata China melewati kapal patroli Korea Utara yang sedang berlabuh di tepi sungai Sinuju, Korea Utara, terlihat dari kota perbatasan Dandong di propinsi Liaoning, China (Foto: dok).

Sebuah perahu wisata China melewati kapal patroli Korea Utara yang sedang berlabuh di tepi sungai Sinuju, Korea Utara, terlihat dari kota perbatasan Dandong di propinsi Liaoning, China (Foto: dok).

Dua biro perjalanan China mengatakan Korea Utara melarang turis-turis asing masuk ke negara itu karena kekhawatiran akan penyebaran virus Ebola.

Biro perjalanan Koryo Tours yang berbasis di Beijing mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka diinformasikan bahwa Pyongyang tidak akan menerima turis internasional mulai Jumat. Biro itu tidak tahu sampai kapan larangan itu berlaku.

Tindakan Pyongyang ini dikukuhkan hari Kamis (23/10), oleh sebuah biro wisata lain, yaitu Young Pioneer Tours, yang juga berbasis di China. Biro perjalanan ini juga khusus mengelola perjalanan ke negara komunis yang mengucilkan diri itu.

Tidak jelas apakah langkah ini akan juga diterapkan pada orang-orang asing yang berada di Korea Utara, termasuk personil diplomatik.

Korea Utara belum memberikan tanggapan atas larangan itu, namun media pemerintahnya baru-baru ini melaporkan adanya perluasan usaha-usaha pencegahan wabah Ebola, termasuk tindakan karantina dan penyuluhan masyarakat.

Wabah Ebola telah menewaskan lebih dari 4500 orang di Afrika Barat, namun tidak ada satu pun kasus dilaporkan di Korea Utara.

Di masa lalu, Pyongyang juga menutup perbatasan-perbatasannya terhadap orang-orang asing, seperti pada kasus sindrom pernafasan akut atau SAR pada tahun 2002 dan 2003.

XS
SM
MD
LG