Tautan-tautan Akses

Korea Utara Usulkan Kelanjutan Reuni Keluarga


Sebuah foto pertemuan kembali anggota keluarga dari Korea Utara dan Korea Selatan pada tahun 2010 ditampilkan di markas Palang Merah Korea di Seoul, Korea Selatan, 7/1/2014.

Sebuah foto pertemuan kembali anggota keluarga dari Korea Utara dan Korea Selatan pada tahun 2010 ditampilkan di markas Palang Merah Korea di Seoul, Korea Selatan, 7/1/2014.

Korea Utara telah mengusulkan dimulainya kembali reuni keluarga yang terpisah sejak akhir perang Korea enam dekade lalu.

Korea Selatan menyambut baik pesan hari Jumat dari Pyongyang, yang menawarkan untuk memulai reuni setelah Tahun Baru Imlek minggu depan.

Reuni antar keluarga Korea itu terhambat selama lebih dari tiga tahun karena ketegangan di semenanjung itu. Tahun lalu, Pyongyang tiba-tiba membatalkan reuni hanya beberapa hari sebelum dijadwalkan berlangsung.

Jutaan orang Korea dipisahkan oleh Perang Korea, yang berakhir dengan gencatan senjata 1953, bukan perjanjian perdamaian.

Sebelumnya Jumat ini, Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara telah mengirim sebuah surat terbuka ke para pejabat Korea Selatan yang mengatakan bahwa Pyongyang bertekad menciptakan suasana rekonsiliasi dan persatuan.

Kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) memuat surat itu Jumat, yang juga menyatakan bahwa Pyongyang bersumpah untuk menghentikan sepenuhnya aksi-aksi militer tidak bersahabat, mewujudkan reuni keluarga-keluarga yang terpisah, dan menggairahkan kembali kerjasama dan pertukaran Utara-Selatan dalam berbagai bidang.

Namun, surat itu menyerukan agar Korea Selatan mengakhiri latihan militer bersama Amerika, sementara membela apa yang disebutnya “kekuatan nuklir yang berharga untuk mempertahankan diri.”

Pekan lalu, Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara mengirimkan serangkaian usulan yang mendesak Korea Selatan untuk membatalkan latihan bersama dengan Amerika yang telah dijadwalkan. Seoul mengabaikan seruan itu dan menyebutnya sebagai upaya propaganda yang menyesatkan.
XS
SM
MD
LG