Tautan-tautan Akses

Korea Utara Tuding AS Penyebab Ketegangan di Semenanjung Korea


Menlu China Wang Yi (kiri) dan Menlu Korea Utara Pak Ui-Chun dalam pertemuan tahunan ke-20 Menlu ASEAN di Bandar Seri Begawan, Brunei (2/7).

Menlu China Wang Yi (kiri) dan Menlu Korea Utara Pak Ui-Chun dalam pertemuan tahunan ke-20 Menlu ASEAN di Bandar Seri Begawan, Brunei (2/7).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Choe Myong Nam menuduh Amerika bersalah atas ketegangan baru-baru ini di Semenanjung Korea.

Korea Utara menyatakan masih terbuka bagi pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, namun pemerintahnya tidak akan menghentikan program nuklir kecuali jika Washington mengubah sikap permusuhannya dan mengakhiri sanksi-sanksi terhadap negara itu.

Berbicara dalam Forum Regional ASEAN di Brunei, Selasa (2/7), juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara Choe Myong Nam mengatakan Amerika bersalah atas ketegangan baru-baru ini di Semenanjung Korea.

Korea Utara bulan lalu secara mengejutkan menawarkan kesediaan berunding dengan Amerika. Ini mengakhiri retorika permusuhan selama berbulan-bulan dari Pyongyang, setelah PBB mengutuk ujicoba nuklir terakhirnya.

Amerika dengan berhati-hati menanggapi penawaran tersebut dengan mengatakan Korea Utara harus lebih dulu menunjukkan kesediaannya meninggalkan program nuklirnya. Pembicaraan enam pihak yang bertujuan melucuti senjata nuklir Korea Utara macet sejak 2008.

Forum keamanan hari Selasa ini merupakan peluang yang langka untuk mempertemukan para delegasi dari enam negara yang terlibat dalam pembicaraan tersebut. Tetapi tidak nampak tanda-tanda mengenai tercapainya terobosan dalam pertemuan tersebut.
XS
SM
MD
LG