Tautan-tautan Akses

Korea Utara Klaim Berhasil Uji Bom Hidrogen


Warga Korea Utara menyaksikan penayangan siaran berita di luar stasiun kereta api Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara (6/1).

Warga Korea Utara menyaksikan penayangan siaran berita di luar stasiun kereta api Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara (6/1).

Uji coba itu berlangsung kurang dari sebulan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan bahwa negaranya telah mengembangkan bom hidrogen, yang jauh lebih kuat dibanding bom atom.

Korea Utara mengatakan, Rabu (6/1), telah melakukan uji coba bom hidrogen yang berhasil, sebuah langkah yang mengundang kecamaan keras negara-negara berpengaruh.

Pengumuman di stasiun televisi pemerintah itu menyebut uji coba tersebut merupakan masalah pertahanan diri untuk melindungi kedaulatan negara. Uji coba itu berlangsung kurang dari sebulan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan bahwa negaranya telah mengembangkan bom hidrogen, yang jauh lebih kuat dibanding bom atom.

Amerika Serikat dan negara-negara lain segera membantah klaim Kim Jong-un, dan pada hari Rabu (6/1), para pejabat intelijen dan pakar nuklir Korea Selatan mengatakan, setelah memperhitungkan kekuatan ledakan, mereka sangat meragukan bahwa Korea Utara benar-benar melakukan uji bom hidrogen.

Korea Utara sebelumnya pernah melakukan tiga kali uji nuklir, yakni pada tahun 2006, 2009 dan 2013. Semuanya berlangsung di Punggye-ri, kawasaan di mana beberapa badan pengawas mendeteksi adanya aktivitas gempa buatan manusia pada Rabu pagi.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Ned Price mengatakan Gedung Putih tidak dapat mengukuhkan uji yang dilakukan Korea Utara itu, namun AS secara konsisten menegaskan tidak akan membiarkan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir.

Price mengatakan, AS akan terus melindungi dan membela sekutu-sekutunya di kawasan itu, termasuk Korea Selatan, dan akan menanggapi sepatutnya setiap dan semua provokasi Korea Utara.

Dewan Keamanan telah mengeluarkan sejumlah resolusi yang menyerukan agar Korea Utara menghentikan program nuklirnya. Dewan beranggotakan 15 negara itu akan bertemu Rabu (6/1) untuk membahas perkembangan terbaru ini.

Uji bom yang dilakukan Korea Utara ini mendorong diselenggarakannya pertemuan keamanan nasional darurat di Korea Selatan dan Jepang. PM Jepang Shinzo Abe berjanji akan memberikan tanggapan keras di PBB, bekerjasama dengan AS, Korea Selatan, China dan Rusia. Ia mengatakan, uji coba nuklir Korea Utara merupakan ancaman serius terhadap keamanan negara dan tidak bisa tidak ditoleransi.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyebut uji itu provokasi serius yang mengancam masa depan negaranya. Ia mengatakan, pemerintahnya akan bekerjasama dengan masyarakat internasional untuk memastikan Korea Utara menerima resiko akibat uji nuklir yang dilakukannya. [ab]

XS
SM
MD
LG