Tautan-tautan Akses

Korea Utara Bersedia Berunding Hanya Jika Sanksi PBB Dicabut


Demonstran Korea Selatan mendesakkan perundingan damai antara Korea Utara, Amerika Serikat dan Korea Selatan. (AP/Ahn Young-joon)

Demonstran Korea Selatan mendesakkan perundingan damai antara Korea Utara, Amerika Serikat dan Korea Selatan. (AP/Ahn Young-joon)

Korea Utara menyatakan bersedia berdialog hanya jika sanksi-sanksi PBB terhadapnya dicabut.

Korea Utara mengatakan pihaknya tidak akan terlibat dalam perundingan dengan Amerika Serikat atau Korea Selatan tanpa pencabutan terlebih dahulu sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditujukan pada program nuklirnya.

Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara, Kamis (18/4), mengatakan AS dan Korea Selatan seharusnya berjanji untuk mengakhiri latihan militer bersama mereka jika “benar-benar ingin berdialog dan berunding.”

Syarat-syarat yang disampaikan melalui kantor berita Korea Utara KCNA itu tampaknya akan ditolak oleh Amerika yang telah mengatakan Korea Utara harus mengambil langkah-langkah menghentikan program nuklirnya sebelum memulai perundingan.

Tetapi pernyataan itu juga dilihat sebagai tanda bahwa Korea Utara akhirnya siap mempertimbangkan untuk berunding pasca ancaman terhadap Amerika dan Korea Selatan selama beberapa minggu ini.

Namun, jurubicara kementerian luar negeri Korea Selatan, Cho Tai-young, hari Kamis (18/4) menganggap syarat-syarat Korea Utara tersebut "mustahil".

Korea Utara marah terhadap pemberlakuan sanksi-sanksi PBB yang diloloskan sebagai tanggapan atas peluncuran roket jarak jauh bulan Desember lalu dan uji nuklir pada Februari. Korea Utara juga berang terhadap latihan militer Amerika dan Korea Selatan yang diselenggarakan setiap tahun.
XS
SM
MD
LG