Tautan-tautan Akses

Korea Utara Bantah Pasang Ranjau dekat Perbatasan dengan Selatan


Bendera Korea Utara terlihat di atas menara dekat desa Panmunjom di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Selatan, sekitar 55 km sebelah utara Seoul.

Bendera Korea Utara terlihat di atas menara dekat desa Panmunjom di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Selatan, sekitar 55 km sebelah utara Seoul.

Korea Utara menyangkal berada dibalik ledakan ranjau pekan lalu yang melukai dua tentara Korea Selatan dan semakin meningkatkan ketegangan militer dengan Korea Selatan.

Dalam pernyataan hari Jumat, Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara mengatakan "tidak masuk akal" menuding Utara mengerahkan tentara ke perbatasan untuk menanam ranjau.

Menurut mereka, ranjau darat Korea Utara ditanamkan untuk tujuan pertahanan. Ditambahkan, jika Utara ingin menyerang Selatan "kami akan menggunakan senjata api."

Penyelidikan gabungan AS-Korea Selatan menuduh militer Korea Utara secara ilegal menyeberang ke sisi selatan zona demiliterisasi (DMZ) dan menanam ranjau-ranjau tersebut.

Seorang tentara kehilangan kedua kaki dan tentara lain kehilangan satu kaki dalam insiden 4 Agustus, yang disebut Korea Selatan sebagai "pelanggaran total perjanjian gencatan senjata kedua negara.”

Sebagai tanggapan, untuk pertama kali dalam lebih dari 10 tahun, Korea Selatan pekan ini kembali melakukan siaran propaganda lintas perbatasan melalui pengeras suara besar.

Hubungan antara kedua Korea selama ini menegang akibat latihan militer bersama antara Korea Selatan dan Amerika yang dijadwalkan dimulai segera. Korea Utara juga berang atas pembukaan kantor PBB di Seoul untuk menyelidiki pelanggaran HAM oleh Korea Utara.

Kedua negara secara teknis masih berperang karena konflik mereka tahun 1950-an berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

XS
SM
MD
LG