Tautan-tautan Akses

Korea Selatan Tuduh Korea Utara Kirim Pesawat Mata-Mata

  • Daniel Schearf

Seorang pria melihat TV yang memperlihatkan kapal tanpa awak yang dituduh Korea Selatan sebagai pesawat mata-mata Korea Utara (2/4/2014).

Seorang pria melihat TV yang memperlihatkan kapal tanpa awak yang dituduh Korea Selatan sebagai pesawat mata-mata Korea Utara (2/4/2014).

Penyelidikan oleh Korea Selatan menunjukkan Korea Utara tampaknya berada dibalik tiga pesawat mata-mata tanpa awak yang baru-baru ini memasuki zona udaranya.

Kementrian Pertahanan Korea Selatan hari Jumat mengatakan tiga pesawat tanpa awak yang ditemukan jatuh di negara itu hampir dipastikan berasal dari Korea Utara.

Berdasarkan ukuran tanki bahan bakar, kecepatan penerbangan dan foto-foto yang ditemukan dalam sebuah kamera pesawat, kementrian itu mengatakan ketiga pesawat tersebut mustahil berasal dari China atau Jepang.

Jurubicara kementrian Kim Min-seok mengatakan mereka akan berbagi bukti itu dengan Amerika dan negara-negara lain sebelum mengambil kesimpulan akhir.

Belum jelas apa penyebab jatuhnya pesawat-pesawat itu.

Pesawat-pesawat mirip mainan itu diolok-olok media Korea Selatan karena disainnya yang berteknologi rendah. Foto-foto yang diambil dari pesawat itu beresolusi rendah dan ketiga pesawat tanpa awak itu tidak memiliki kendali real-time ataupun mampu mengirim gambar. Meskipun demikian, pesawat-pesawat itu berhasil lolos dari deteksi militer Korea Selatan dan mengambil sejumlah foto gedung-gedung dan kompleks kepresidenan di Seoul.

Tetapi ancaman pesawat tanpa awak dari Korea Utara itu tidak terlalu serius bagi Korea Selatan dibandingkan program misil dan nuklirnya. Korea Utara akhir Maret menjanjikan “bentuk baru” ujicoba nuklir.

Kalangan analis mengatakan hal itu bisa berarti apapun, mulai dari ledakan yang lebih banyak atau lebih parah hingga peralatan yang lebih canggih atau yang dibuat selain dari plutonium.

Kim Yong-hyun, profesor kajian Korea Utara pada Universitas Dongguk di Seoul mengatakan kemungkinan ujicoba nuklir keempat Korea Utara tidak terlalu besar. Karena respon terhadap Korea Utara akan serius, kata Kim, sehingga hal itu akan menjadi beban bagi mereka.

Tapi Daniel Pinkston, direktur ICG untuk Asia Timurlaut, berbeda pendapat dan mengatakan ujicoba nuklir ke-empat hanyalah masalah waktu.“Mereka akan mempertimbangkan situasi internasional termasuk China, yang sangat penting, dan juga hubungan dengan Korea Selatan. Tetapi pada akhirnya, para pemimpin Korea Utara akan digerakkan oleh prinsip, tujuan dan apa yang mereka hendak capai yaitu menjadi sepenuhnya negara bersenjata nuklir,” kata Pinkston.

Para pejabat Korea Selatan menjanjikan “konsekuensi yang tidak terbayangkan” jika Korea Utara kembali melakukan ujicoba nuklir.
XS
SM
MD
LG