Tautan-tautan Akses

Korea Selatan Ingin Populerkan Menu Serangga


Makanan yang dibuat dari serangga. (Foto: Dok)

Makanan yang dibuat dari serangga. (Foto: Dok)

Konsumsi serangga adalah hal biasa di banyak tempat di dunia, termasuk Indonesia dan juga Korea Selatan, di mana kepompong ulat sutra, atau beondegi, adalah penganan yang populer.

Ada serangga dalam sup ubi manis dan pasta jamur yang dimakan Bae Su-Hyeon. Namun serangga itu bagian dari resep.

"Tidak terasa seperti makan serangga," ujar Bae, mahasiswa berusia 18 tahun yang sedang makan siang di Papillon's Kitchen, sebuah restoran di Seoul dengan spesialisasi serangga.

Hal itu karena larva serangga yang dalam makanannya telah dihidrolisis menjadi tepung untuk membuat pasta dan sup.

Memakan serangga, atau disebut entomofagi, telah lama menjadi hal yang umum di banyak tempat di dunia, termasuk Indonesia dan juga Korea Selatan, di mana kepompong ulat sutra, atau beondegi, adalah penganan yang populer.

Sekarang, Korea Selatan sedang berupaya memperluas industri serangganya sebagai salah satu sumber pendapatan sektor pertanian, dengan mendorong lebih banyak konsumsi, turut serta dalam tren global di mana semakin banyak orang melihat serangga sebagai makanan yang bergizi dan ramah lingkungan.

Untuk itu, pemerintah mencoba membuat orang-orang lebih nyaman dengan ide makan jangkrik atau larva serangga yang digiling menjadi tepung atau dihidrolisis untuk mengekstraksi minyak dan protein dan mengubahnya menjadi makanan, dari es krim sampai sosis.

Kim Young Wook, kepala eksekutif laboratorium swasta khusus untuk serangga yang bisa dimakan dan pemilik Papillon's Kitchen, mengatakan kuncinya adalah presentasi yang apik.

"Jika orang mencoba makanan setelah mendapatkan kesan pertama yang baik, dan mereka pikir itu enak, itulah kuncinya, karena rasa berbicara," ujarnya dalam acara uji rasa makanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.

Industri serangga Korea Selatan bernilai 304 miliar won (US$278 juta) tahun lalu, hampir dua kali lipat dari 2011, meskipun makanan untuk manusia hanya mencakup sekitar 6 miliar won, sementara sisanya untuk kegunaan lain seperti pakan ternak. [hd]

XS
SM
MD
LG