Tautan-tautan Akses

Korea Selatan Imbau Semua Pihak Tenang Pasca Wafatnya Kim Jong Il

  • Jason Strother

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dalam rapat kabinet mendadak, Senin (19/12) setelah kabar kematian Kim Jong Il.

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dalam rapat kabinet mendadak, Senin (19/12) setelah kabar kematian Kim Jong Il.

Walaupun Kim Jong Il sudah sakit-sakitan selama beberapa tahun, hampir semua orang tetap dikejutkan dengan berita ia meninggal.

Pemerintah Korea Selatan mengimbau semua pihak untuk tetap tenang menyusul meninggalnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il. Pengumuman oleh media pemerintah Korea Utara tersebut mengagetkan bagi warga Korea, yang kini merasa was-was akan masa depan hubungan kedua Korea.

Pemerintah Korea Selatan mengadakan rapat kabinet mendadak segera setelah pengumuman tersebut. Walaupun Kim Jong Il sudah sakit-sakitan selama beberapa tahun, hampir semua orang tetap dikejutkan dengan berita ia meninggal.

Dalam sebuah briefing, Choi Bo-sun, sekretaris media Kementerian Unifikasi Korea Selatan, mengatakan pemerintahannya mengikuti protokol yang berlaku. Menurutnya, pemerintah harus menghadapi situasi krisis ini sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan kementeriannya. Sebuah tim akan memonitor semua perkembangan yang berkaitan dengan situasi di Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Presiden Lee Myung Bak meminta warganegaranya untuk tentang dan melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka seperti biasa.

Di Seoul, situasi terlihat tak berbeda dengan biasanya.

Warga Seoul membaca berita dalam kereta tentang meninggalnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il (19/12).

Warga Seoul membaca berita dalam kereta tentang meninggalnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il (19/12).

Walaupun kematian Kim Jong Il menimbulkan ketidakpastian sehubungan dengan masa depan hubungan Korea Utara dan Selatan, terutama terkait dengan ambisi nuklir Pyongyang, kebanyakan orang di Selatan tidak terlalu khawatir dengan perkembangan di Utara.

Yu Mi Hyun, 25 tahun, yang pertama mendengar kabar kematian Kim Jong Il di kantornya, mengatakan ia semula tidak khawatir. Tapi setelah berbicara dengan beberapa kawannya di angkatan bersenjata Korea Selatan, ia sekarang berpandangan bahwa keadaannya serius dan perlu terus dipantau.

Seong, 56, lebih khawatir dengan bagaimana kematian Kim Jong Il akan mempengaruhi perekonomian Korea Selatan. Menurutnya, akan ada banyak perubahan di bursa saham akibat berita tersebut dan bahwa sektornya jelas akan terpengaruhi.

Kekhawatiran Seong ternyata beralasan. Ketika berita meninggalnya Kim Jong Il dirlis, indeks KOSPI Korea Selatan turun 3,2 persen.

Walaupun banyak warga Korea Selatan tampak tidak terlalu peduli dengan perkembangan di Korea Utara, tidak demikian halnya dengan 22.000 pembangkang Korea Utara. Bagi mereka, meninggalnya Kim Jong Il adalah kabar baik.

Kim Hung-kwan adalah Presiden Solidaritas Intelektual Korea Utara, sebuah organisasi yang terdiri dari mantan pejabat pemerintah, akademisi dan lain-lainnya yang telah membangkah ke Selatan. Ia mengatakan terlalu dini untuk menentukan apakah kematian Kim Jong Il akan menghasilkan perkembangan positif.

Kim Hung-kwan tidak yakin apakah pihak Utara akan bersikap lebih terbuka terhadap komunitas internasional ataukah justru akan lebih agresif secara militer daripada sebelumnya.

Tapi, ia percaya sekarang adalah waktunya untuk merangkul warga Korea Utara dan mengimbangi propaganda mendiang pemimpin mereka. Kim mengatakan bahwa bagi pembangkang seperti dirinya, mengunjungi kembali kota kelahirannya di Utara kemungkinan bukan lagi sekedar mimpi.

Loading timeline...
XS
SM
MD
LG