Tautan-tautan Akses

Korea Selatan Desakkan Kestabilan Dalam Masa Transisi Korea Utara


Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak (19/12).
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak (19/12).

Pemerintah asing mengamati keadaan di Pyongyang dengan seksama karena keprihatinan terhadap naiknya Kim muda di negara yang memiliki program nuklir, angkatan bersenjata yang besar dan menyimpan sejarah penuh permusuhan dengan negeri tetangga.

Transisi kekuasaan Korea Utara kepada putera mendiang Kim Jong Il, Kim Jong Un, tampak berlangsung mulus hari Kamis, dimana media negara itu menyebutnya “pemimpin luar biasa” dan tidak ada tanda-tanda keresahan terjadi di jalan-jalan ibukota maupun aktivitas luar biasa para tentara.

Puluhan ribu warga Korea Utara terus menunjukkan belasungkawanya terhadap pria yang telah memimpin negara itu selama 17 tahun.

Pemerintah asing mengamati keadaan di Pyongyang dengan seksama karena keprihatinan terhadap naiknya Kim muda di negara yang memiliki program nuklir, angkatan bersenjata yang besar dan menyimpan sejarah penuh permusuhan dengan negeri tetangga.

Di Seoul, Presiden Korea Selatan Myung-bak mendesak terciptanya stabilitas di Utara. Ia mengatakan dalam suatu pertemuan pemimpin politik hari Kamis, bahwa terciptanya stabilitas di kawasan perlu menjadi agenda utama dalam sistem Korea Utara. Dia menambahkan bahwa Seoul bersedia memperlunak sikapnya, dengan mengatakan ada ruang bagi keluwesan dalam hubungan masa depan dengan Pyongyang.

Amerika juga mengutarakan optimismenya mengenai kemungkinan kerjasama dengan pemimpin baru Korea Utara ini. Dalam konferensi pers di Pentagon hari Rabu, juru bicara Departemen Pertahanan John Kirby menghimbau Korea Utara untuk mengakhiri kebijakan pintu tertutupnya.

XS
SM
MD
LG