Tautan-tautan Akses

Korea Perpanjang Larangan Impor Produk Perikanan dari Jepang

  • Daniel Schearf

Menteri Perdagangan dan Ekonomi Jepang, Toshimitsu Motegi, menunjuk bagan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi dalam sebuah interview dengan Retrers (4/9).

Menteri Perdagangan dan Ekonomi Jepang, Toshimitsu Motegi, menunjuk bagan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi dalam sebuah interview dengan Retrers (4/9).

Korea Selatan memperpanjang larangan impor produk perikanan Jepang karena air radioaktif dari pembangkit nuklir Fukushima-Daiichi bocor ke laut. Sementara Jepang mengatakan, produk ikan yang diekspornya aman dan tidak terkontaminasi.

Korea Selatan mengumumkan larangan mutlak terhadap semua produk perikanan dan hasil laut dari wilayah Fukushima, Jepang dan tujuh daerah di dekatnya.

Langkah itu diambil karena ratusan ton air yang tercemar radio aktif merembes melalui tanah dari tangki –tangki penyimpanan di pabrik nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh dan masuk ke laut.

Air tersebut digunakan untuk mendinginkan batangan-batangan bahan bakar nuklir yang meleleh akibat tsunami tahun 2011.

Jepang berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pihaknya telah mengambil tindakan atas kebocoran tersebut. Tetapi Korea Selatan mengatakan, Jepang tidak memberikan penjelasan guna melenyapkan kekhawatiran mereka mengenai keselamatan produk dimaksud.

Son Jae-hak adalah Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Korea Selatan.
Son mengatakan, pihaknya meminta Pemerintah Jepang memberikan informasi mengenai status manajemen pembangkit nuklir itu, pengelolaan dan dampak air yang terkontaminasi, dan telah menerimanya. Tetapi, katanya, mereka menyimpulkan banyak faktor yang tidak jelas, dan penjelasan yang diterima itu tidak cukup untuk mengetahui keadaan sebenarnya.

Son mengatakan, impor keseluruhan berjumlah 5000 ton, kira-kira 15 persen pembelian Korea Selatan dari Jepang.

Korea Selatan telah melarang sebagian produk perikanan dari perairan sekitar pembangkit itu sebagai tindakan pencegahan dan memperketat pemeriksaan standar radiasi yang selama ini memang sudah ketat.

Contoh-contoh ikan yang diambil dari perairan di dekatnya, telah diperiksa mengandung radioaktif berkadar tinggi, tetapi Korea Selatan mengakui tidak ada bukti mengenai produk perikanan ekspor yang terkontaminasi.

Shin Joong –don adalah jurubicara kantor perdana menteri Korea Selatan. Ia menga hingga kini pemerintah Korea Selatan telah melarang 50 industri perikanan dari delapan wilayah dekat Fukushima, tetapi berdasarkan undang-undang baru, semua produk perikanan dari daerah ini akan dilarang tidak peduli apakah terkontaminasi atau tidak.

Jurubicara Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan, Tokyo memberikan informasi relevan kepada Korea Selatan dan bahwa Seoul hendaknya menangani isu itu berdasarkan alasan ilmiah.

Ia mengatakan bahwa kebocoran air terkontaminasi itu ke laut mencakup 0,3 kilometer persegi. Daerah itu adalah di bawah batas, dan jauh di bawah tingkat batas, jadi menurutnya, hal itu sama sekali tidak terpengaruh.

Pengelola pembangkit Tokyo Electric Power Company atau TEPCO, sangat dikritik karena pembangkit itu tidak aman gempa bumi dan tsunami tahun 2011, dan karena caranya menangani krisis itu.

TEPCO dikecam karena tidak merilis informasi yang akurat mengenai kebocoran radioaktif dengan cepat, dan menggunakan banyak waktu untuk membela diri sendiri.

Pemerintah Jepang bulan Agustus mengumumkan akan melibatkan diri langsung dalam usaha menghentikan meluasnya kontaminasi.
XS
SM
MD
LG